Bangun Karakter Pancasila, Harus Paham dan Tak Ikut Tafsir yang Salah

Bangun Karakter Pancasila, Harus Paham dan Tak Ikut Tafsir yang Salah © mili.id

Hariyono saat Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila

Mili.id - Rektor Universitas Negeri Malang Hariyono menekankan, bila ingin membangun karakter Pancasila, harus betul-betul memahami dan tidak ikut pada tafsir yang keliru.

Seolah-olah peristiwa 1 Juni, Pancasila hanya milik partai tertentu. Kemudian, Pancasila 22 Juni dan 18 Agustus miliknya golongan tertentu. Menurut dia, hal itu karena mereka tidak mempelajari dokumen secara utuh.

"Begitu pula jika bicara tentang ketuhanan dan seterusnya." ujar dia, saat Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila, bertajuk 'Pendidikan Karakter Mahasiswa Nasional dan Patriotik Generasi Z' di Kampus Universitas 17 Agustus (Untag), Surabaya, pada Minggu.

Maka ia mewanti-wanti, bicara tentang karakter, yang paling membahayakan adalah ketika ada diksi: Yaitu keyakinan diri yang membatasi, 'sudahlah saya sudah enggak bisa, yang bisa mereka'

Maka, ia mengingatkan, bangsa ini di era 70-an lebih unggul dari China, dalam hal peradaban. Namun, saat ini, Negeri Panda tersebut, ekonomi dan teknologinya berkembang sangat cepat. Karena apa? Sebab, terlebih dahuulu mereka merubah karakter.

"Yaitu karakter percaya diri," ungkapnya. Sehingga, mahasiswa diminta berkarakter, bukan pengekor, berkarakter pelopor untuk membawa perubahan.

Ia menguraikan, Pancasila sangat terkait dengan karakter, mempertemukan nilai-nilai bangsa Indonesia, mempersatukan seluruh Indonesia, dan itu butuh cara pandang. "Yakni, pandangan hidup yang sama," tegasnya.

Pasalnya, bila pandangan berbeda, tidak punya titik temu. Dan semuanya hanya bisa disatukan, jika memiliki bahasa yang sama. Karena makna kehidupan, peristiwa kalau bahasanya berbeda, menurutnya akan susah (menemukan cara pandang).

Sehingga bukan suatu kebetulan, bila para pendiri bangsa, ingin menjadikan kita memiliki bahasa persatuan. "Yaitu bahasa Indonesia," demikian Hariyono. (rar)

Baca juga: Untag Surabaya Raih Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII 2025 Berkat Riset dan Pengabdian Berdampak

Editor : Redaksi



Berita Terkait