15 RW Kawasan Waru Sidoarjo Banjir, Petugas Evakuasi Warga Sakit Gunakan Perahu Karet

15 RW Kawasan Waru Sidoarjo Banjir, Petugas Evakuasi Warga Sakit Gunakan Perahu Karet © mili.id

Petugas mengevakuasi warga yang sakit menggunakan perahu karet. (Foto: Istimewa for Mili.id)

Sidoarjo - Permukiman warga di 15 RW dan 49 RT Desa Waru, Kecamatan Waru, Sidoarjo terendam banjir sejak pukul 21.00, Selasa (6/2/24) malam.

Banjir itu menggenangi rumah warga setinggi 80 centimeter (cm). Perangkat Desa dan BPBD Provinsi Jatim mengevakuasi warga sakit dengan perahu karet untuk dibawa ke pengungsian.

Baca juga: fave hotel Sidoarjo Gelar “Yoga & Bloom”, Gabungkan Yoga, Edukasi Kesehatan Wanita, dan Healthy Breakfast

Sekretaris Desa Waru, Slamet Purwadi menyebut, banjir datang setelah hujan mengguyur wilayahnya Selasa (6/2) sore, dan puncaknya pukul 21.30 WIB banjir mulai melanda.

"Sekitar 21.30 WIB terpantau banjir di 15 RW dan 49 RT dan itu hampir semua tergenang air. Khususnya yang paling parah di Dusun Pesantren meliputi RW 1, 2 dan 3; Krajan 1 dan 2 serta Njati," kata Selamet di Posko Pengungsian, Selasa (6/2) malam.

Menurutnya, dengan dibantu petugas BPBD Jatim pihaknya bersama perangkat desa sigap mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir.

Baca juga: Masifkan Gerakan Ketahanan Pangan, Polisi di Kecamatan Tarik Dampingi Petani

"Saat ini kita berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim, untuk asesment korban dalam hal ini warga kami. Yang tempat tinggalnya tidak dapat dibuat istirahat," jelasnya.

Lanjut Slamet, pengungsian ini diperuntukkan bagi warga, dan para pengungsi yang menempati sebanyak 15 posko ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis.

"Untuk warga, kita sediakan tempat tempat posko pengungsian. Satu di antaranya diungsikan di area masjid maupun musala dan juga balai RW. Total tempat atau lokasi pengungsian ada sekitar 15 titik," imbuh Slamet.

Baca juga: Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Opini WTP, 13 Kali Berturut-turut

Slamet juga menambahkan, bahwa warganya kini dipastikan dalam keadaan aman. Namun demikian diperlukan tambahan makanan, karena akses warga untuk membeli makanan kini masih terhalang banjir.

"Kita sampaikan terimakasih ke semua pihak dan terutama BPBD provinsi yang telah membantu evakuasi warga kami yang sakit. Saat ini mungkin perlu tambahan makanan. Sebab sejak banjir tiba warga belum sempat keluar untuk beli makanan," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait