Khoirul Anam menunjukkan burung murai Medan yang dibudidayakan di rumahnya (Foto: Fades/mili.id)
Probolinggo - Berkat keuletannya beternak burung murai Medan, guru SMP bernama Khoirul Anam (42) warga Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kini menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya.
Budidaya burung endemik asal hutan Sumatera ini sudah digeluti guru SMP 3 Wonomerto, Kabupaten Probolinggo tersebut selama 5 tahun terakhir, atau sejak Tahun 2019 lalu.
Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri
Kini, total ada 18 kandang penangkaran dimiliki Khoirul Anam. 7 kandang berada di lantai 2 rumahnya, 6 kandang ditempatkan di garasi dan sisanya berada di belakang rumah. Harga per ekor burung ini bervariatif, mulai Rp1,5 juta, Rp 2,5 juta dan bahkan belasan juta.
Setiap bulannya, Khoirul Anam mampu menjual 10 sampai 20 ekor anakan burung murai Medan. Untuk anakan biasanya dipatok harga Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Sedangkan Murai Medan dewasa, harga jualnya bisa berkali lipat.
Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga
"Untuk murai dewasa itu harganya ada yang sampai Rp15 juta. Setiap bulan pasti puluhan ekor yang terjual. Bentuk tubuh, ekor panjang dan suara atau kicauannya yang bikin orang tertarik memelihara biasanya," ungkap Khoirul Anam saat ditemui di rumahnya, Sabtu (24/2/2024).
Menurut Khoirul Anam, perawatan burung kicau ini tidak terlalu rumit. Terpenting kandang atau sangkar diletakkan di tempat yang mudah terkena sinar matahari dan udara cukup. Sehingga, burung murai Medan bisa dipastikan kesehatannya.
Baca juga: Rem Blong, Tronton Sasak Sedan Vios 4 Tewas
"Sepulang mengajar atau sebelum berangkat ke sekolah dicek terlebih dahulu, pakan dan juga kebersihan kandangnya. Itu saja yang terpenting kalau memelihara burung murai Medan ini. Kalau ingin dibudidayakan, tinggal sediakan sangkar dan taruh burung betina dan jantan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
