Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan moral dan peradaban Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri kegiatan bersama ribuan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan UMKM
Menurut Khofifah, Pesantren Genggong yang dikenal sebagai salah satu pondok pesantren tertua di Jawa Timur telah membuktikan eksistensinya sebagai benteng pertahanan moral masyarakat sekaligus pusat lahirnya generasi berkarakter.
“Sebagai salah satu ponpes tertua di Jawa Timur, Pesantren Zainul Hasan Genggong bukan sekadar lembaga pendidikan, namun juga tumbuh menjadi benteng pertahanan moral yang sangat kokoh bagi Jatim dan Indonesia,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter bagi generasi muda pesantren. Khofifah menilai sistem pendidikan pesantren telah terbukti mampu mencetak generasi yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Ia menegaskan bahwa pesantren juga berperan besar dalam menanamkan semangat nasionalisme dan religiusitas sebagai fondasi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bukan sekadar tempat menimba ilmu, pesantren menjelma menjadi salah satu pusat tumbuhnya peradaban sekaligus identitas sebuah bangsa,” katanya.
Khofifah juga mengingatkan para santri agar terus menjaga semangat belajar dan memperkuat akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan menjadi jalan kemuliaan yang akan membawa manfaat besar bagi kehidupan umat.
Baca juga: Khofifah Dorong Jatim Mendunia Melalui Ajang MANTRA116 Internasional
“Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang menempuh jalan bersentuhan dengan ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga Allah SWT. Semangat menempuh pendidikan anak-anakku. Jadilah kebanggaan kedua orang tua, kebanggaan para guru, pondok pesantren dan juga kebanggaan Jatim dan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, ulama sekaligus tokoh sufi dunia Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani turut memberikan tausiyah di hadapan para santri. Ia berharap Ponpes Zainul Hasan Genggong terus melahirkan ulama dan pemimpin masa depan yang mampu membawa keberkahan bagi bangsa dan umat.
Menurutnya, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mampu mengangkat derajat manusia melebihi harta maupun jabatan. Karena itu, para santri diminta untuk tidak hanya semangat belajar, tetapi juga mengamalkan dan mengajarkan ilmu kepada sesama.
“Walau nantinya tidak menjadi ulama tersohor dunia, namun akan menjadi santri yang cinta kepada Rasulullah SAW dan mendapat cinta dari Allah SWT,” ujar Sheikh Afeefuddin.
Baca juga: Penurunan Stunting Terbaik di Pulau Jawa, Khofifah Dianugerahi Penghargaan Persagi
Ia juga menilai para santri merupakan pribadi yang dekat dengan rahmat Allah SWT sehingga kesungguhan dalam menuntut ilmu menjadi bagian dari bakti kepada orang tua dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Sheikh Afeefuddin turut memberikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah yang dinilai memiliki sikap tawadu, ikhlas, dan peduli terhadap sesama.
“Bukan hanya sekadar pejabat, tapi mengajarkan kebaikan, keikhlasan lalu tawaduk terhadap hamba-hamba Allah. Semoga keberkahan selalu menyertai beliau,” katanya.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari ribuan santri yang memadati area Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.
Editor : Redaksi
