Suasana arus mudik Lebaran 2024 di Terminal Purabaya (Foto: Wendy/mili.id)
Sidoarjo - Puluhan ribu pemudik diprediksi turun dan berangkat melalui Terminal Purabaya di Sidoarjo setiap harinya, selama arus mudik Lebaran Idul Fitri 2024.
Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Purabaya, Ahmad Badik mengatakan, pihaknya memperkirakan penumpang selama mudik Lebaran 2024 mencapai 50.000 orang sehari.
"Mungkin diangka 40.000 sampai 50.000 per hari. Kami prediksi libur tahun ini kemungkinan kenaikan penumpang bisa lebih dari 40 persen," ungkap Badik, Minggu (7/4/2024).
Angka tersebut diperkirakan terjadi sejak libur hari pertama sekolah, Jumat (5/4/2024), hingga arus balik lebaran yang diperkirakan bakal terjadi pada Selasa (16/4/2024).
"Hasil dari perhitungan libur lebaran yang berbarengan dengan libur sekolah, sehingga menjadi libur panjang. Itu salah satu indikator yang kami pakai untuk menentukan lonjakan," jelasnya.
Menurut Badik, untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang, armada bus yang beroperasi di Terminal Purabaya ditambah. Biasanya bus tersedia 2.000 per hari, sekarang bertambah menjadi 2.300.
Baca juga: Masifkan Gerakan Ketahanan Pangan, Polisi di Kecamatan Tarik Dampingi Petani
"Khusus untuk Lebaran 2024 ini, kemungkinan ada tambahan armada bus sekitar 250 sampai 300-an. Itu selama arus mudik dan arus balik," jelas dia.
Untuk mengatur para penumpang supaya tertib menunggu keberangkatan di satu titik, pihaknya juga telah menyiapkan empat posko pantauan selama musim mudik 2024 ini.
"Karena pengalaman kemarin, sewaktu ada lonjakan penumpang, itu banyak yang menunggu busnya di belakang shelter. Makanya ini jadi satu tempat yang harus kami perhatikan," papar Badik.
Baca juga: Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Opini WTP, 13 Kali Berturut-turut
Terminal Purabaya juga menyediakan tim medis untuk membantu penumpang yang tiba-tiba sakit. Pihak pengelola juga berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan pengamanan.
"Kami mengimbau pemudik untuk menjaga kesehatan, dan barangnya, karena semakin banyak penumpukan orang tentunya ada risiko yang semakin tinggi terjadinya tindak kejahatan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
