Truk bermuatan teh pucuk terguling di depan SPN Polda Jatim di Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Median jalan depan SPN Polda Jatim di Kabupaten Mojokerto akhirnya dievaluasi.
Sejumlah rambu dan penerangan jalan umum (PJU) bakal ditambah di ruas jalan nasional tersebut.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Evaluasi dilakukan, menyusul kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya wilayah Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto tersebut.
Kasatlantas Polres Mojokerto, Iptu M Hariyazie Syakhranie menjelaskan, rapat koordinasi (rakor) bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Dishub setempat hingga SPN Polda Jatim telah digelar.
"Kami di sini menjembatani untuk mempertemukan antara stakeholder terkait untuk kroscek ulang bangunan median jalan tersebut," beber Azie, Senin (19/4/2024.
Hasilnya, sejumlah rambu peringatan dan larangan serta PJU akan ditambah di ruas jalan sepanjang sekitar 150 meter tersebut. Agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melaju.
"Hasilnya, supaya (BBPJN Jawa Timur-Bali) melengkapi rambu dan lampu penerangan di sana," terang Azie.
Pengelola jalan nasional diminta segera melengkapi prasarana tersebut. Mengingat, tingkat kerawanan di lokasi yang sewaktu-waktu bisa terajadi kecelakaan, bersinggungan dengan separator jalan.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
"Pada prinsipnya, sesegera mungkin untuk dilengkapi. Kita akan bersurat setiap dua pekan sekali, jadi kita awasi setiap perkembangannya sampai sejauh mana," urainya.
Hanya saja, saat disinggung soal adanya peluang rekonstruksi bangunan pemisah jalur tersebut, Azie menyebut hal itu bukan kewenangan utama kepolisian.
"Untuk pembangunan ulang, itu nanti keputusan BBPJN. Kami di sini menjembatani agar tidak ada kecelakaan lagi ke depannya. Pencegahan yang kita lakukan adalah dengan menyarankan untuk kroscek ulang lagi bangunan median jalan itu," tambah dia.
Kecelakaan terbaru di depan SPN Polda Jatim itu adalah tergulingnya truk tronton bernopol AG 9044 RL yang disopiri Muhammad Mian (50) warga Pasuruan pada Rabu (24/4/2024) dini hari.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Truk bermuatan 18 ton teh pucuk itu celaka usai menghantam separator jalan. Truk itu menghantam separator jalan lantaran menghindari menghindari mobil yang mendahului dari kiri.
Hal serupa dialami truk nopol H 8626 QV muatan keramik yang disopiri Hilmi Ariadi (33) asal Jawa Tengah, pada 10 Januari 2024. Truk yang mengalami pecah ban itu mendadak oleng, hingga menghantam median dan terguling.
Editor : Narendra Bakrie
