Tag : mundakir

© mili.id

Unik, UMSURA Beri Potongan Biaya Kuliah Lewat Program “Tiket Berdampak”

Unik, UMSURA Beri Potongan Biaya Kuliah Lewat Program “Tiket Berdampak”

© mili.id

Kisah Inspiratif Bonifacius David, Mahasiswa Difabel UMSurabaya Lulus Cumlaude Berkat Dukungan Ibu

Selama empat tahun menempuh studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMSurabaya, David tidak pernah sendiri. Setiap hari, sang ibu, Ina Rostiana Ari Nugrahani, dengan setia menunggu di depan kelas, menemani putranya menuntut ilmu. Dukungan da

© mili.id

UM Surabaya Kukuhkan 2 Gubes Bidang Ilmu Keperawatan Komunitas dan Bahasa Indonesia

Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. FISQua menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan kampus. Menurutnya, kehadiran dua profesor baru ini akan memperkuat atmosfer akademik dan riset di kampusnya.

© mili.id

Global Hub UMSurabaya Diresmikan, Simbol Keterbukaan dan Persaudaraan Antarbangsa

Global Hub menjadi simbol keterbukaan dan kolaborasi antarbudaya. Sementara Global Culture Crossroad akan menjadi wadah pertemuan mahasiswa dari berbagai bangsa, sedangkan GENIUS Program melahirkan duta mahasiswa yang membawa misi perdamaian, kemanusiaan,

© mili.id

UMSurabaya Alokasikan Beasiswa Rp10 Miliar Demi Pemerataan Pendidikan Tinggi

Jenis-jenis beasiswa yang diberikan meliputi: Beasiswa KIP-K Kuliah, Beasiswa Difabel, Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah, Beasiswa Kader, Beasiswa Dhuafa, Beasiswa Tahfidz Non-FK, Beasiswa Tahfidz FK, Beasiswa Warga Sekitar Kampus, Beasiswa Baznas, Bea

© mili.id

MOX 2025 UMSurabaya, 4.018 Maba Tulis Inpirasi dan Kritik Sosial lewat Layang-layang

Rektor UMSurabaya Mundakir menegaskan bahwa layang-layang adalah metafora yang tepat untuk perjalanan mahasiswa. Kegiatan ini sengaja digelar sebagai cara Gen-Z untuk menyampaikan aspirasi dalam menanggapi isu politik, sosial, budaya yang tengah terjadi d

© mili.id

Mundakir, Anak Buruh Serabutan asal Lamongan jadi Rektor UM Surabaya

Ketika Mundakir kecil, Sang ayah bernama Tardji adalah buruh serabutan di sawah orang, sementara ibunya almarhum Mundari adalah pedagang kecil di pasar dengan upah pas pasan.

Load More