Mas Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro menyambut anak-anak peserta wisata edukasi dan budaya (Foto : Dok. Diskominfo Kota Mojokerto)
Mojokerto - Celotehan anak-anak TK pagi itu mewarnai selasar Kantor Balai Kota Mojokerto.
Mereka berceloteh saat sedang bersiap berpetualang menjelajah serpihan sejarah di Bumi Majapahit pada Minggu (21/7/2024).
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Keseruan petualangan itu dikemas dalam Wisata Edukasi Sejarah dan Budaya yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Mojokerto.
Kegiatan tersebut dimulai dengan kunjungan ke Balai Kota Mojokerto. 100 anak peserta wisata edukasi disambut langsung oleh Penjabat Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro (Mas Pj).
Di sana, selain untuk mengetahui tempat kerja seorang kepala daerah, anak-anak juga diperkenalkan dengan Jung, kapal tradisonal Kerajaan Majapahit.

Hingga temuan aneka tembikar yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga pada masa lampau.
Dari balai kota, anak-anak itu juga melakukan napak tilas tempat Soekarno, Presiden RI pertama menuntut ilmu di SMP 2 Kota Mojokerto, yang dulu merupakan Europesche Lagere School (ELS).
Tak hanya itu, dalam wisata edukasi tersebut, peserta juga belajar mengenal aneka wayang di Museum Gubug Wayang serta kelenteng tertua di Kota Mojokerto, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong.
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
Mas Pj mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh IKAPTK Kota Mojokerto itu.
"Saya sampaikan terima kasih banyak atas inisiasi yang telah dibangun, saya respek dan seharusnya kalian seperti ini. Tingkatkan lagi sisi-sisi kreatif yang tidak perlu anggaran banyak tapi berdampak. Tunjukkan ide kalian bisa memberikan warna, memberikan sesuatu yang berbeda," puji Mas Pj kepada para juniornya.

Wisata edukasi sejarah dan budaya bagi anak-anak menurut Mas Pj merupakan hal yang sangat bermanfaat. Selain untuk menambah pengetahuan juga untuk menanamkan nilai-nilai moral sejak dini.
"Dari tokoh-tokoh hebat, seperti Bung Karno kita bisa tanamkan semangat juang dan rasa nasionalisme. Anak-anak juga kita dorong untuk berani dan percaya diri menyampaikan pendapatnya," ungkapnya.
Senada dengan Mas Pj, Kepala TK Muslimat 010 Empat Lima Sentana, Siska mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya.
"Dengan wisata edukasi seperti ini anak-anak senang sekali. Anak-anak dapat mengerti tentang tempat-tempat bersejarah yang ada di Kota Mojokerto, tempat mereka tinggal," tutur Siska.
Selain wisata edukasi sejarah dan budaya, untuk memperingati Hari Anak Nasional 2024, IKAPTK Kota Mojokerto juga menggelar aneka lomba di 4 kelurahan, yaitu di Gununggedangan, Balongsari, Magersari dan Sentanan pada 22 sampai 25 Juli 2024.
Nanti, sebagai puncaknya akan digelar teatrikal anak serta penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba di Pemandian Sekarsari pada 27 Juli 2024.
Editor : Narendra Bakrie
