Mahasiswa PCU ajak Warga Simomulyo Tanam Toga dan Bikin Eco-enzyme Kelola Sampah. (PCU for mili.id)
Surabaya - Sebanyak 200 mahasiswa Petra Christian University (PCU)
mengajak dan mengedukasi warga Kampung Simomulyo menerapkan 5R
(Refuse, Reduce, Reuse, Repurpose, dan Recycle).
Kegiatan tahunan yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu berlangsung selama dua hari di Kampung Simomulyo, RT 09 dan RT 17, Surabaya. pada hari Sabtu dan Minggu 16-17 November 2024.
“Proses 5R ini membantu kita untuk mengelola sampah dengan baik. Ada
beberapa langkah, seperti mendaur ulang, mengurangi penggunaan dan
menggunakan kembali barang yang tidak dapat didaur ulang,” ungkap
Ketua Pelaksana KBM VIII, Arnetta Jemima Widodo, Senin (18/11/2024).
Ratusan mahasiswa itu dibagi dalam 10 kelompok dan pada 4 empat sesi
kegiatan di Kampung Binaan Mahasiswa (KBM). Pada hari pertama para warga diajak bercocok Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Sedangkan hari kedua (17/11), warga diajak membuat Eco-enzyme dan Pupuk Kompos hasil fermentasi limbah dapur organik.
"Pemilihan Eco-enzyme adalah karena memiliki banyak kegunaan. Hasil fermentasinya bisa digunakan warga sebagai pupuk tanaman, pengusir
hama, sabun cuci piring, pembersih sayuran, dan lain-lain,” imbuhnya.
Kampung Simomulyo diketahui menjadi salah satu kampung yang telah menerapkan 5R, hingga mendapat sertifikat kontribusi terhadap upaya Pengendalian Perubahan Iklim pada bulan Agustus lalu.
“Lewat kegiatan interaktif ini, kita bisa sama-sama belajar untuk lebih masif dalam menerapkan 5R, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekitar,” pungkas Arnetta.
Dalam kegiatan ini, BEM Petra Christian University juga menggandeng Yaning Mustikaningrum, sosok penggerak Kampung Songo yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Selama 11 tahun berkecimpung di bidang tersebut, Yaning berhasil memenangkan beberapa lomba dalam kategori pengelolaan lingkungan terbaik.
“Keterlibatan anak muda dalam menggerakkan warga sangatlah penting. Sehingga kegiatan ini menjadi langkah yang tepat sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa bersama warga. Kita bisa saling belajar dan bertukar informasi,” ungkap Yaning mengapresiasi inisiasi KBM Petra Christian University ini.
Yaning optimis bahwa kegiatan KBM ini bisa membawa manfaat yang baik
bagi warga kedepannya. “Setelah mengikuti kegiatan ini, warga dapat
mengerti bahwa dari pembuatan eco-enzyme, mereka bisa mengurangi biaya yang dipakai untuk pengobatan dan pemupukan tanaman," pungkasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Definisi Pekerja Rentan Segera Diperjelas
Editor : Achmad S
