Film Mariara Perjamuan Maut. (Foto: Instagram @mariarafilm.oficiall)
mili.id - Film bergenre horor masih menjadi peringkat atas yang banyak diminati oleh penonton Indonesia.
Berlatarkan dari kisah nyata suatu peristiwa atau cerita urban legend yang ada di sekitar masyarakat atau mengangkat tema agama, menjadi alasan mengapa film horor Indonesia semakin digemari masyarakat.
Baca juga: Enam Kapal Penangkap Ikan Terbakar di Pelabuhan Belawan, Damkar Berjibaku Lebih dari Dua Jam
Seperti film horor "Mariara Perjamuan Maut" yang telah tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak Rabu, 27 November 2024.
Film tersebut merupakan film horor lokal yang mengangkat kisah urban legend dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara tentang praktik dukun santet ilmu hitam yang sering dianggap tabu dan terlarang dibicarakan oleh masyarakat di sana.
Lalu, bagaimana fakta-fakta menarik dari film horor ini? Berikut rangkumannya :
1. Naskah film Mariara sampai draft 13 yang terakhir pun masih dirombak karena persesuaian dengan situasi dan kondisi yang terjadi.
2. Total persiapan sampai syuting film Mariara berlangsung selama 5 tahun.
3. SDM lokal, film Mariara adalah film Sulawesi Utara pertama atau film lokal pertama yang dalam proses produksi semuanya dikerjakan oleh pekerja film lokal, pemeran lokal dan tema budaya lokal.
4. Berbahasa melayu Manado, film Mariara adalah film layar lebar yang berbahasa melayu Manado yang tayang di layar bioskop Indonesia.
5. Film Mariara dikerjakan secara mapalus atau gotong royong oleh para pekerja seni Sulawesi Utara.
Baca juga: KemenHAM Berpeluang Raih Rekor Dunia Pendidikan HAM, Libatkan 6.000 Peserta
6. Durasi film Mariara secara total adalah 5 jam yang kemudian dipangkas menjadi hanya 90 menit saja.
Ada banyak adegan yang dibuang karena beberapa alasan, termasuk sejumlah pemain yang enggan meneruskan syuting dan beberapa pemain yang lebih dahulu dipanggil Tuhan.
7. Scoring film Mariara dikerjakan dengan memanfaatkan semua instrumen-instrumen musik seperti musik bambu, klarinet, kolintang, tambur, suling, terompet, sangkakala dikombinasikan dengan musik Eropa seperti piano, gitar, hingga banjo.
8. Lokasi syuting Mariara diambil di sembilan lokasi di daerah Minahasa yakni, Agotey, Lemoh, Lolah, Sillan, Soputan, Pelita, Lowian, Kawiley dan Likupang.
9. Tiga periode syuting. Syuting Mariara direncanakan hanya 25 hari. Dalam prosesnya syuting hari ke-15, di Desa Pelita terjadi insiden, beberapa pemain membatalkan syuting dan keluar dari lokasi syuting.
Baca juga: Film ‘Pesta Babi’ Jadi Alarm: SPPB Serukan Persatuan Selamatkan Alam Papua
Kemudian terjadi pandemi Covid-19 yang membuat proses syuting Mariana terhenti. Syuting kedua setelah pemeran utamanya bersedia lagi melanjutkan syuting setelah 1 tahun break.
Syuting ketiga adalah revisi atas beberapa extras dan pemeran pembantu tidak mau melanjutkan syuting.
Diproduksi Gorango Picture, dengan Veldy Reynold sebagai sutradara dan Merdy Rumintjap menjadi produser.
Film "Mariara Perjamuan Maut" menggambarkan narasi tentang kekuatan baik yang berusaha melawan roh-roh jahat yang mengganggu kenyamanan warga di sana.
Film ini sarat akan makna bahwa melayani dan berdiri di sisi terang membutuhkan keberanian, kekuatan, dan iman yang tak tergoyahkan.
Editor : Aris S
