Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023 ini, meninjau posko penanggulangan bencana dan dapur umum di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto - Bencana banjir di Kota Mojokerto membuat warga harus meninggalkan rumahnya, dan tinggal di tempat pengungsian dan dapur umum.
Sedangkan untuk mengetahui kondisi warga yang mengungsi, Ketua PMI Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau langsung ke lokasi itu.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Selain itu, para sukarelawan dan paramedis dikerahkan untuk membantu penanganan banjir yang sudah berlangsung pada hari keenam kemarin.
Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto terpilih ini mendatangi pengungsian di Masjid Al Mubarok, Kelurahan Prajurit Kulon.
Di lokasi ini juga didirikan posko kesehatan untuk melayani pengobatan puluhan warga terdampak.
"Di posko kesehatan di Masjid Al Mubarok ini para relawan PMI bersinergi dengan pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakat akan kesehatan. Karena ada 35 pengungsi, khususnya yang memiliki anak-anak bayi dan balita," ujarnya pada mili.id, Jumat (13/12/2024).
Tak hanya dukungan moril, petinggi yang juga Ketua PC Muslimat NU Kota Mojokerto ini memberikan donasi bagi warga terdampak.
Ning Ita berharap, santunan yang disalurkan dalam bentuk uang tersebut dapat membantu meringankan beban para pengungsi.
Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar
’’Karena kami melihat kebutuhan sandang, pangan, pengobatan atau kesehatan sudah tercover melalui posko. Dan donasi dari Muslimat NU Kota Mojokerto kami berikan dalam bentuk uang,’’ imbuhnya.
Selain di tempat pengungsian, Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023 ini juga meninjau posko penanggulangan bencana dan dapur umum di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
Ia menambahkan, PMI juga mengerahkan sukarelawan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.
’’PMI sudah menugaskan relawan untuk membantu dalam dapur umum sejak Sabtu (7/12/2024). Termasuk dalam rangka memberikan bantuan logistik yang dibutuhkan di dapur umum,’’ imbuhnya.
Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda
’’Kami memiliki hampir 100 relawan. Semua sudah bersinergi baik untuk urusan kesehatan maupun di dapur umum. Termasuk membantu melakukan evakuasi,’’ bebernya.
Posko mencatat, kebutuhan di dapur umum terpusat di PLUT mencapai 2.210 bungkus dalam sekali distribusi. Masing-masing disalurkan kepada warga terdampak di empat kelurahan.
Terdiri dari Kelurahan Mentikan sebanyak 700 jiwa; Kelurahan Blooto, 675 jiwa; Kelurahan Pulorejo, 350 jiwa; dan Kelurahan Prajurit Kulon, 300 jiwa. Sedangkan sisanya didistribusikan untuk relawan dan petugas.
Editor : Aris S
