1 Februari 2004 Tragedi Mina, 251 Jemaah Haji Meninggal Akibat Terinjak

1 Februari 2004 Tragedi Mina, 251 Jemaah Haji Meninggal Akibat Terinjak © mili.id

ilustrasi

Surabaya, mili.id - Tepat pada 1 Februari 2004 atau 21 tahun yang lalu terjadi tragedi memilukan dalam perjalanan ibadah haji. Ratusan orang meninggal terinjak-injak saat melakukan lempar jumrah di Mina, Arab Saudi.

Dikutip dari berbagai sumber, peristiwa itu disebut dengan Tragedi Mina. Sebanyak 251 jemaah meninggal terinjak-injak ketika prosesi ibadah lempar jumrah, sementara 54 diantaranya berasal dari Indonesia.

Baca juga: Pejabat Utama Polresta Malang Kota Serempak Sambang Wujudkan Komitmen Kepedulian Kepada Keluarga Korban Kanjuruhan

Sedangkan, jumlah korban luka mencapai 244 jemaah. Tragedi itu terjadi tepatnya di dekat Jembatan Jamarat, yang berlangsung sekitar 27 menit. Setelah kejadian, prosesi ibadah dilanjutkan kembali sebagai mana mestinya.

Pemerintah Indonesia Diduga Teledor

Baca juga: Horor Lokal Menggila! “Tragedi di Tanah Dayak” Raup Jutaan Viewer di Medsos

Menteri Haji Arab Saudi, Iyat Madani saat itu mengatakan, sesungguhnya pergerakan anggota jemaah haji yang diperkirakan mencapai dua juta orang itu terkendali dengan baik pada hari Sabtu tengah malam sampai minggu pukul 08.30.

Namun, tiba-tiba sekitar pukul 09.00 keadaan menjadi tidak terkendali dan tragedi itupun terjadi. Iyat waktu itu memastikan telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang, tetapi tragedi ini terjadi atas kehendak Allah SWT.

Baca juga: Tragedi Miras Oplosan di Subang: 8 Orang Tewas, Dua Masih Dirawat Intensif

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif saat itu menilai banyaknya korban saat jemaah haji ini adalah imbas dari komersialisasi ibadah yang dilakukan pengelola ibadah haji di Arab Saudi maupun di Indonesia.

Melimpah ruahnya manusia pada musim haji di Mekkah yang sempit semestinya sudah diprediksi. Dia juga menilai pihak yang berwenang tidak memiliki manajemen yang baik dan justru mencari kambing hitam dengan mengatakan yang terkena musibah adalah jemaah ilegal.

Editor : Achmad S



Berita Terkait