Ini Dia Inovasi Dosen Unesa untuk Mempercepat Anak Menguasai Skill Berbahasa

Ini Dia Inovasi Dosen Unesa untuk Mempercepat Anak Menguasai Skill Berbahasa © mili.id

Inovasi Dosen Unesa untuk Mempercepat Anak Menguasai Skill Berbahasa (Foto: Dok. Unesa)

Surabaya, mili.id - Tim dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merancang media pembelajaran interaktif untuk memudahkan orangtua dan guru dalam mengenalkan alfabet dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris kepada anak.

Inovasi itu bernama Alphabet Wooden Book Bilingual, yang dikemas dalam bentuk permainan untuk anak usia 2 sampai 5 tahun.

Baca juga: Unesa Siapkan Pusat Pembinaan Pickleball Modern, Training Ground Pickleball Academy Segera Diluncurkan

Karya tersebut lahir dari tangan Winarno, dosen seni rupa; Hendro Aryanto, dosen desain komunikasi visual, dan Nanda Nini Anggalih, dosen desain grafis.

Winarno mengatakan, inovasi ini tercipta, bekerjasama dengan PT Gunung Mas Sumanco (Riang Toys). Katanya, Alphabet Wooden Book Bilingual merupakan media atau permainan dalam bentuk buku kayu edukatif yang mengajarkan alfabet dalam dua bahasa.

Media ini tidak hanya memperkenalkan huruf, tetapi juga membantu anak-anak melatih motorik halus mereka. Menurutnya, pengenalan alfabet bilingual sejak dini penting dilakukan untuk meningkatkan keterampilan bahasa anak.

"Dengan metode yang interaktif, kami ingin anak-anak bisa lebih mudah memahami dan menikmati proses belajarnya," ujar Winarno, Kamis (10/4/2025).

Buku yang tersedia di sekolah selama ini, cenderung kurang menarik bagi anak-anak. Tampilan yang monoton membuat mereka mudah bosan dan kurang termotivasi untuk belajar.

Untuk itu, Alphabet Wooden Book Bilingual ini hadir sebagai solusi dengan pendekatan visual yang menarik dan material kayu ringan yang aman untuk anak.

"Buku ini didesain dengan ilustrasi menarik dan kosakata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak lebih mudah mengingat dan memahaminya," bebernya.

Baca juga: Kisah Inspiratif El Tarigan, Tunanetra Lulus S1 Unesa dan Raih Beasiswa S2

Inovasi yang menggabungkan buku edukatif dengan material kayu ini termasuk jarang di Indonesia, terutama yang bilingual. Kosakata dipilih berdasarkan kata-kata yang memiliki kesamaan pelafalan dan makna dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Selain bisa belajar mengenali huruf, anak juga bisa memahami objek di sekitar mereka melalui ilustrasi yang disediakan. Mereka dapat mencocokkan huruf dengan gambar untuk membentuk kata yang sesuai, menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.

Media ini juga dilengkapi elemen tiga dimensi berupa huruf-huruf alfabet yang terbuat dari kayu, sehingga anak dapat mengenali bentuk huruf secara langsung. Hal ini akan meningkatkan daya ingat mereka terhadap bentuk huruf dan kosakata.

Media pembelajaran ini memiliki kategori permainan berdasarkan usia anak. Pertama, anak usia 2 tahun yaitu bermain dengan mencocokkan bentuk dan warna.

Kedua, anak usia 3 tahun yaitu bermain mengenali huruf. Dan ketiga, anak usia 4 tahun bermain untuk melatih menulis huruf.

Baca juga: Belajar Al-Qur’an Tanpa Batas, Ngaji Bahasa Isyarat Warnai Ramadan di Unesa

Kemudian yang keempat, anak usia 5 tahun bermain mengenali dan memahami kosakata dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Produk yang mendapat respons positif dari masyarakat, terutama dari para guru dan orang tua ini tidak hanya membantu meningkatkan minat baca anak, tetapi juga mempercepat proses pembelajaran bilingual secara alami.

Selain itu, media ini dirancang untuk dapat digunakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga inklusivitas pendidikan tetap terjaga.

Winarno berharap inovasi ini dapat terus berkembang dan dikembangkan lebih lanjut, termasuk dalam konsep berhitung tiga dimensi.

"Kami ingin produk ini menjadi formula efektif dalam pembelajaran bilingual untuk anak usia dini, sekaligus menjadi kebanggaan sebagai media pembelajaran buatan anak bangsa," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait