Mili.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat perannya sebagai kampus olahraga terdepan di Indonesia. Kali ini, Unesa bersiap meluncurkan Training Ground Pickleball Academy (TGPA), sebuah pusat pembinaan olahraga modern yang menggabungkan kepelatihan profesional dengan pendekatan sport science untuk mencetak atlet masa depan.
Akademi yang berada di bawah pengelolaan PUI PT–Sport and Exercise Research Center, Direktorat Unesa Science Center (USC), ini menjadi bagian dari pengembangan Training Ground Sports Academy (TGSA) yang telah berjalan sejak 2023.
Baca juga: Kisah Inspiratif El Tarigan, Tunanetra Lulus S1 Unesa dan Raih Beasiswa S2
Kehadiran TGPA menjadi langkah strategis Unesa dalam merespons pesatnya perkembangan olahraga pickleball di dunia. Tidak hanya sebagai sarana pembinaan prestasi, akademi ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat menjalani gaya hidup aktif dan sehat melalui olahraga yang kini semakin populer tersebut.
Direktur Unesa Science Center (USC), Dr. Mochamad Purnomo, S.Pd., M.Kes., mengatakan bahwa TGPA hadir dengan konsep pembinaan yang lebih modern dan terstruktur dibanding akademi olahraga pada umumnya.
“Pickleball merupakan cabang olahraga yang sedang berkembang pesat di berbagai negara. Melalui Training Ground Pickleball Academy, kami ingin menghadirkan pembinaan yang terstruktur, modern, dan berbasis sport science sehingga peserta tidak hanya belajar bermain, tetapi juga berkembang secara fisik, mental, dan karakter,” ujarnya, Sabtu(20/6/2026).
Akademi yang resmi dibuka sejak 25 November 2025 dan dipimpin oleh Dr. Sapto Wibowo, S.Pd., M.Pd. sebagai Head Coach tersebut menawarkan berbagai program unggulan yang dirancang sesuai kebutuhan peserta dari berbagai kelompok usia.
Salah satu program utama yang menjadi andalan adalah Fundamental Program, yaitu pelatihan teknik dasar dan strategi permainan yang disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan peserta. Program ini menjadi fondasi penting bagi atlet pemula maupun mereka yang ingin meningkatkan kemampuan secara profesional.
Baca juga: Belajar Al-Qur’an Tanpa Batas, Ngaji Bahasa Isyarat Warnai Ramadan di Unesa
Tak hanya fokus pada keterampilan bermain, TGPA juga memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter melalui Program Character Building. Nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah ditanamkan secara konsisten dalam setiap sesi latihan.
Untuk mendukung perkembangan fisik peserta, akademi ini menghadirkan Program Motoric Class yang berfokus pada pengembangan kemampuan motorik kasar anak dan remaja. Program tersebut dirancang guna membantu tumbuh kembang peserta sekaligus meningkatkan kemampuan gerak dasar yang dibutuhkan dalam berbagai cabang olahraga.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah Training Ground Special Weeks. Program ini memberikan berbagai layanan eksklusif seperti tes kebugaran fisik (Physical Fitness Test), rapor perkembangan latihan, kelas nutrisi bersama ahli gizi, hingga pemantauan perkembangan latihan secara personal berbasis data.
Sebagai bagian dari pembinaan prestasi, peserta juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kompetisi internal maupun TGSA Open Tournament. Ajang tersebut menjadi wadah untuk mengukur hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding secara kompetitif.
Berlokasi di Gedung Gema, Kampus 1 Unesa Ketintang Surabaya, akademi ini terbuka bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal maupun menekuni olahraga pickleball secara serius.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, tenaga pelatih profesional, serta pendekatan ilmiah yang terintegrasi, Training Ground Pickleball Academy diharapkan menjadi pusat pembinaan pickleball modern di Jawa Timur. Kehadirannya tidak hanya bertujuan melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Melalui langkah ini, Unesa kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak pengembangan olahraga nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Editor : Muhammad
