Dosen Unitomo dan Unipra Ajak Warga Desa Inovasikan Jambu Biji Jadi Es Krim Kekinian

Dosen Unitomo dan Unipra Ajak Warga Desa Inovasikan Jambu Biji Jadi Es Krim Kekinian © mili.id

Sidoarjo, mili.id - Tim Dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) berkolaborasi dengan Universitas WR. Supratman Surabaya (Unipra) melaksanakan Program Desa Binaan (PDB) di Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Selama empat bulan yakni bulan Juni sampai September 2025.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna. Dua mitra utama yang terlibat adalah Kelompok Karang Taruna pengelola BUMDes Sambimadu dan Kelompok Tani Sambi Horti.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Banding Putusan PTUN soal Tembok Mutiara Regency, Warga Siap Hadapi Proses Hukum

Mereka mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta bantuan peralatan berupa mesin food dehydrator dan mesin soft ice cream.

Tim PDB ini diketuai oleh Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH., MH bersama dosen Unitomo, yaitu Prof. Dr. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., Dra. Cicilia Tantri Suryawati, M.Pd., dan Ony Kurnia, S.E., MM, dosen dari Unipra turun langsung melakukan pendampingan.

Pada BUMDes Sambimadu, sebagai mitra pertama tim PDB Unitomo-Unipra melakukan pendampingan denggan fokus program pemanfaatan mesin pengawet makanan atau food dehydrator agar hasil jambu biji merah yang melimpah dapat diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

Produk olahan berupa tepung jambu, jus, hingga keripik kini mulai dipasarkan di café wisata air yang dikelola BUMDes.

“Dengan adanya teknologi food dehydrator, warga desa bisa mengubah jambu biji merah menjadi produk kekinian yang punya nilai tambah dan daya jual tinggi,” jelas Prof. Siti Marwiyah.

Sedangkan pada mitra kedua, Kelompok Tani Sambi Horti, mendapatkan bantuan mesin soft ice cream berbahan dasar jambu biji merah. Produk ini langsung diuji coba saat perayaan HUT RI ke-80 di Desa Sambibulu dengan penjualan ratusan cup seharga Rp3.000 per cup.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Genjot Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Demi Urai Kemacetan

Antusiasme warga mendorong peningkatan permintaan, bahkan muncul pesanan untuk acara pernikahan.

“Selain itu, mereka juga kami dampingi dalam budidaya jambu biji merah premium dengan menanam 100 bibit baru, agar nantinya dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin besar,” ujar Prof. Siti Marwiyah.

Selain produk olahan, Kelompok Tani Sambi Horti juga didorong Tim PDB juga memberikan perhatian pada aspek budidaya dengan menanam 100 bibit jambu biji merah premium agar kapasitas panen meningkat dan suplai bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Pendekatan ini sekaligus membuka peluang bagi mitra memperluas jaringan pemasaran, termasuk memenuhi permintaan dari hotel dan pasar luar daerah. Di sisi lain, BUMDes Sambimadu juga kami dukung memperkuat diversifikasi produk café dengan memanfaatkan hasil olahan jambu sebagai daya tarik tambahan bagi pengunjung wisata air,” ungkap Guru Besar FH Unitomo ini.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai Saat Kemarau, Antisipasi Banjir Sebelum Musim Hujan

Selain itu Ketua tim, Prof. Siti Marwiyah juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemendikti Saintek yang telah mendanai program PDB tahun anggaran 2025. Selainn itu dia berharap PDB Universitas Dr. Soetomo dapat didanai kembali di tahun 2026 mendatang.

“Dukungan ini sangat berarti dalam upaya kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi kampus dan desa,” pungkasnya.

Ketua kelompok mitra Ir. Donny, M. Taufiq S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Tim PDB Unitomo-Unipra. Dia menyampaikan rasa syukur atas dukungan kampus yang turut membantu meningkatkan pendapatan warga desa Sambibulu dengan mesin es krim, food dehydrator, serta bibit premium jambu biji merah.

“Bantuan ini benar-benar mendorong peningkatan pendapatan masyarakat Sambibulu, dan kami berharap dukungan bisa berlanjut di tahun mendatang,” ujarnya.

Editor : Fahrizal Tito



Berita Terkait