Surabaya, mili.id - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengukuhkan 1.510 wisudawan dari berbagai jenjang program studi pada rapat terbuka ke-116 yang digelar di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan, Surabaya. Sabtu (27/9/2025).
Mengusung tema Wisudawan Unesa: Cerdas, Tangguh, Siap Mengawal Indonesia Emas 2045. melalui tema itu menegaskan bahwa lulusan Unesa diproyeksikan siap berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
Baca juga: Kisah Inspiratif El Tarigan, Tunanetra Lulus S1 Unesa dan Raih Beasiswa S2
Sebelum prosesi pengukuhan, ribuan wisudawan telebih dahulu mendengarkan orasi ilmiah berjudul mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, Lulusan Perguruan Tinggi antara menjadi Job Creator atau Job Seeker? yang disampaikan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI 2019-2023, Prof Zainuddin Amali.
"Mindset pencari kerja biasanya hanya mengejar kenyamanan, kepastian gaji, posisi sedangkan pencipta kerja melihat masalah menjadi peluang, berani mengambil resiko dan berinovasi serta berkomitmen membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Bagi pemilik mindset itu tidak lagi pasif menunggu lowongan, melainkan aktif merancang solusi memanfaatkan potensi diri, teknologi dan jejaring untuk membangun sesuatu yang berdampak luas," kata Prof Zainuddin Amali.
Zainuddin mengatakan, berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang. Dengan tingkat pengangguran terbuka didominasi lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi, ralita itu terindikasi karena adanya ketidak sesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri serta terbatasnya kapasitas pasar kerja.
Menurutnya, dalam menjawab masalah itu dibutuhkan peran aktif perguruan tinggi karena kampus dapat menjadi ekosistem yang dapat mendorong para mahasiswa berani berinovasi dan menciptakan lapangan kerja untuk menjawab tantangan jaman.
"Kita berharap kepada perguruan tinggi untuk menciptakan job creator lewat penyusunan kurikulum, mahasiswa tidak hanya diberi teori tapi pada praktek khususnya kewirausahaan, dengan menghadirkan matakuliah berbasis projek, pelatihan keterampilan hingga program inkubasi," ungkapnya.
Sehingga mahasiswa dilatih untuk berfikir kritis dan kreatif untuk melihat peluang usaha sejak dini, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan jaman akan melahirkan lulusan yang tidak haya bekerja tetapi siap menciptakan lapangan kerja.
"Kampus dapat menciptakan seorang job cretor dengan membangun ekosistem kewirausahaan internal yang berkolaborasi dan terintegrasi dengan industri, para wirausaha komunitas bisnis hingga pemerintahan," bebernya.
Baca juga: Belajar Al-Qur’an Tanpa Batas, Ngaji Bahasa Isyarat Warnai Ramadan di Unesa
"Kami rasa Unesa juga sudah mendorong para mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan penelitian yang dapat diimplementasikan dalam bentuk produk, jasa atau model bisnis baru, dengan dukungan fasilitas laboratorium, pusat riset serta juga hilirisasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah," imbuhnya.
Sementara itu Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. dalam sambutannya menegaskan bahwa para lulusan harus memiliki tiga bekal utama agar mampu bersaing di era global: fokus, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.
“Bangsa ini harus fokus dan bekerja by design. Tidak bisa setengah-setengah jika ingin meraih hasil maksimal. Selain itu, kesuksesan tidak bisa diraih tanpa kolaborasi dan kemampuan beradaptasi,” ujarnya.
Nurhasan menambahkan, siapa pun yang mampu beradaptasi dengan cepat akan menjadi pemenang di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut berlaku tidak hanya untuk individu, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Rektor Unesa juga menyampaikan apresiasi atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Negeri Surabaya. Tahun ini, Unesa menerima sekitar 130 ribu pendaftar, namun hanya 20 ribu yang diterima karena keterbatasan sumber daya dan fasilitas.
“Saat ini, Unesa memiliki 69 ribu mahasiswa aktif dengan 186 program studi. Bahkan kami terus mengembangkan program baru, seperti Fakultas Ketahanan Pangan, Kedokteran Gigi, hingga program pertambangan. Unesa juga memperluas kampus hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelasnya.
“Saya yakin lulusan Unesa mampu menjadi pemimpin masa depan yang mengawal Indonesia menuju era emas 2045. Teruslah berkontribusi, tangguh menghadapi tantangan, dan bangga menjadi alumni Unesa,” pungkasnya.
Acara kian semarak dengan persembahan seni dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan berupa musik dan kolaborasi pencak silat. Rektor Unesa menutup dengan motivasi kepada para wisudawan.
Editor : Fahrizal Tito
