Puluhan Perupa Ramaikan “Warna-Warni Mojokerto”, Pameran Seni Mojo Festival 2025

Puluhan Perupa Ramaikan “Warna-Warni Mojokerto”, Pameran Seni Mojo Festival 2025 © mili.id

Puluhan perupa dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul dan menghadirkan karya-karya terbaik mereka dalam pameran bertajuk “Warna-Warni Mojokerto”, salah satu rangkaian acara Mojo Festival 2025, gelaran tahunan Pemerintah Kota Mojokerto.

Mili.id – Pendopo sisi utara Taman Bahari Mojopahit Mojokerto mendadak berubah menjadi ruang penuh eksplorasi visual. Puluhan perupa dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul dan menghadirkan karya-karya terbaik mereka dalam pameran bertajuk “Warna-Warni Mojokerto”, salah satu rangkaian acara Mojo Festival 2025, gelaran tahunan Pemerintah Kota Mojokerto.

Kurator pameran, Hendra Thustel, mengatakan bahwa pameran tahun ini tampil berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keberagaman genre dan medium menjadi sorotan utama. “Karya-karya para seniman kali ini lebih variatif, mulai dari foto print kertas, lukis kanvas, patung hingga karya instalasi,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Lebih dari sekadar tampilan visual, Hendra menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan ruang ide yang luas. Uniknya lagi, para seniman berasal dari beragam rentang usia—mulai dari siswa sekolah dasar hingga lansia. “Kami sengaja mempertemukan mereka dalam satu ruang, agar terjadi interaksi lintas generasi,” tambah kurator muda jebolan Pendidikan Seni Rupa Unesa tersebut.

Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar

Koordinator acara sekaligus perupa, Sofanka, menambahkan bahwa gagasan para seniman tidak hanya berkutat pada tema kota. Beragam isu sosial dan lingkungan turut diangkat melalui medium yang berbeda-beda. “Ada foto, lukis, patung, hingga instalasi yang mengangkat berbagai persoalan sehari-hari,” jelasnya.

Salah satu karya yang paling menarik perhatian publik datang dari kolektif seniman lingkungan ECOTON. Mereka menghadirkan instalasi berupa keran air raksasa setinggi tiga meter, namun alih-alih mengeluarkan air, keran tersebut menumpahkan “air” berbentuk botol plastik. Instalasi ini mengkritisi bahaya konsumsi makanan dan minuman dalam kemasan plastik—isu yang kian mendesak di tengah problem kelestarian lingkungan hidup.

Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda

Pameran Warna-Warni Mojokerto resmi dibuka pada Kamis, 20 November lalu dan berlangsung hingga Sabtu (22/11) malam. “Sampai jumpa di pameran selanjutnya menjelang akhir tahun, pada akhir Desember nanti,” tutup Sofanka.

Editor : Redaksi



Berita Terkait