ilustrasi chatgpt
mili.id - ChatGPT menghadirkan fitur baru yang cukup signifikan: sistem prediksi usia pengguna. Fitur ini memungkinkan chatbot AI milik OpenAI tersebut memperkirakan apakah sebuah akun kemungkinan dimiliki oleh pengguna di bawah 18 tahun, sehingga perlindungan tambahan dapat diterapkan secara otomatis.
Dalam pengumuman di blog resminya pada Selasa (20/1/2026), OpenAI menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya bergantung pada usia yang diisi saat pendaftaran. Sebaliknya, model prediksi usia bekerja dengan menganalisis kombinasi sinyal akun dan perilaku pengguna, mulai dari usia akun, pola penggunaan dari waktu ke waktu, jam aktif, hingga usia yang dinyatakan secara sukarela.
Baca juga: OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Ruang Khusus Diskusi Kesehatan yang Terpisah dari Obrolan Umum
Jika sistem mendeteksi sebuah akun kemungkinan dimiliki oleh remaja di bawah umur, ChatGPT akan langsung mengaktifkan perlindungan tambahan. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi paparan terhadap konten sensitif, seperti kekerasan ekstrem, tantangan viral berisiko, role play bernuansa seksual atau kekerasan, hingga konten yang menggambarkan atau mempromosikan perilaku menyakiti diri sendiri.
Selain mekanisme otomatis berbasis prediksi usia, OpenAI juga menyediakan fitur kontrol orangtua (parental controls) untuk akun remaja. Melalui fitur ini, orang tua dapat mengatur penggunaan ChatGPT sesuai kebutuhan anak, termasuk menentukan jam istirahat (quiet hours), mengelola fitur memori, pengaturan partisipasi data untuk pelatihan model, hingga menerima notifikasi jika sistem mendeteksi tanda-tanda tekanan emosional atau gangguan mental akut.
OpenAI menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memberi peran lebih aktif kepada orang tua, sekaligus melengkapi perlindungan otomatis berbasis AI.
Langkah tersebut tak lepas dari meningkatnya sorotan regulator terhadap dampak chatbot AI bagi anak dan remaja. Di Amerika Serikat, OpenAI bersama sejumlah perusahaan teknologi lain tengah menghadapi penyelidikan Federal Trade Commission (FTC) terkait potensi risiko AI terhadap anak-anak. OpenAI juga disebut dalam beberapa gugatan hukum yang menyoroti isu kesehatan mental remaja, sehingga penguatan fitur keamanan berbasis usia menjadi semakin mendesak.

Ilustrasi Tampilan ChatGPT
Baca juga: Ingin Punya Penghasilan Tambahan Lewat ChatGPT? Berikut Ini Caranya
Bagi pengguna dewasa yang keliru terdeteksi sebagai di bawah umur, OpenAI menyediakan mekanisme pemulihan akses. Pengguna dapat memverifikasi usia melalui layanan verifikasi identitas Persona, dengan proses konfirmasi menggunakan selfie. Setelah usia terverifikasi, akses penuh ke fitur ChatGPT akan dipulihkan. Status pembatasan usia juga dapat dicek melalui menu Settings > Account.
OpenAI mengakui bahwa sistem prediksi usia ini masih berada pada tahap awal dan akan terus disempurnakan seiring penggunaan nyata. Fitur tersebut mulai digulirkan untuk pengguna ChatGPT versi konsumen, baik gratis maupun berlangganan (ChatGPT Go/Plus). Untuk wilayah Uni Eropa, peluncuran akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan, menyesuaikan dengan regulasi setempat.
Di balik tujuan perlindungan remaja, fitur prediksi usia ini juga diyakini menjadi fondasi bagi peluncuran “adult mode” ChatGPT. Pada Desember 2025 lalu, CEO of Applications OpenAI Fidji Simo mengungkapkan bahwa mode dewasa tersebut ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2026.
Adult mode dirancang sebagai mode khusus yang hanya dapat diakses oleh pengguna dewasa terverifikasi, dengan pembatasan konten yang lebih longgar dibandingkan ChatGPT versi standar. Meski detailnya belum sepenuhnya diungkap, OpenAI menyebut langkah ini sebagai upaya untuk “memperlakukan pengguna dewasa sebagaimana mestinya, dalam batasan keamanan”.
Selama ini, OpenAI dikenal menerapkan kebijakan ketat terhadap konten sensitif dan dewasa. Namun CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menegaskan keinginan perusahaan untuk mulai membedakan perlakuan antara pengguna dewasa dan remaja, tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Dengan sistem prediksi usia yang baru dirilis, ChatGPT kini bersiap menyesuaikan tingkat pengamanan dan kebebasan konten secara otomatis, membuka babak baru dalam pengelolaan AI yang lebih kontekstual berdasarkan usia pengguna.
Editor : Redaksi
