Jakarta

Selat Malaka di Pusaran Risiko Global: Ancaman Hormuz di Asia Tenggara

Selat Malaka di Pusaran Risiko Global: Ancaman Hormuz di Asia Tenggara © mili.id

Mili.id— Posisi strategis Selat Malaka kembali menjadi sorotan dunia karena perannya sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di planet ini. Selat sempit yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik itu menjadi urat nadi perdagangan global, dengan sekitar seperempat arus barang dunia melewatinya setiap tahun.

Kekhawatiran meningkat setelah ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan betapa rentannya chokepoint maritim terhadap gangguan geopolitik. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar: bagaimana jika Selat Malaka mengalami situasi serupa, baik akibat konflik, kecelakaan kapal, maupun bencana alam?

Baca juga: Iran Pertahankan Penutupan Selat Hormuz, Kaitkan dengan Situasi Lebanon dan Ekspor Minyak

Data terbaru menunjukkan lebih dari 102.000 kapal melintasi Selat Malaka pada 2025, membawa sekitar 23 juta barel minyak per hari. Negara besar seperti China, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada jalur ini untuk pasokan energi, sehingga gangguan kecil sekalipun dapat memicu guncangan ekonomi global.

Baca juga: AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Awal soal Selat Hormuz dan Uranium

Secara geografis, Selat Malaka memiliki tantangan besar. Lebarnya di titik tersempit hanya sekitar 2,7 kilometer, sementara kedalamannya di beberapa bagian hanya 25–27 meter, sehingga membatasi kapal raksasa untuk melintas. Alternatif rute seperti Selat Sunda dan Selat Lombok pun lebih panjang dan mahal

Editor : Redaksi



Berita Terkait