Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal di Arab Saudi, Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Risiko

Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal di Arab Saudi, Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Risiko © mili.id

Mili.id — Sebanyak enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi hingga hari ke-20 operasional ibadah haji 2026. Mayoritas jemaah wafat akibat gangguan kesehatan yang dipicu kondisi cuaca panas ekstrem serta penyakit penyerta yang telah dimiliki sebelumnya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan suhu udara di Madinah saat ini mencapai 37 hingga 38 derajat celsius, sementara di Makkah menyentuh 40 derajat celsius. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kesehatan para jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki komorbid.

Baca juga: Andre Rosiade Sambangi Jemaah Haji Padang di Makkah, Bagi Riyal dan Tampung Keluhan

“Mayoritas penyebab meninggal karena gangguan jantung dan sesak napas. Cuaca panas serta kondisi tubuh yang tidak fit sangat memengaruhi kesehatan jemaah,” ujar Anam, Minggu (10/5/2026).

Enam jemaah yang meninggal dunia berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Jombang. Salah satu jemaah yang wafat adalah Kamariyah binti Dul Tayib (85) dari Kloter 8 asal Pasuruan yang meninggal di Madinah akibat sesak napas.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Tanah Suci Makan Korban, Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal Dunia

Selain faktor kesehatan fisik, Anam menyebut jet lag dan tekanan psikologis turut memengaruhi kondisi jemaah saat beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Menurutnya, sebagian jemaah sempat mendapatkan penanganan medis, namun ada juga yang meninggal sebelum sempat dirujuk ke rumah sakit. Seluruh jemaah yang wafat akan dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Jemaah Haji Kloter 33 Tiba di Surabaya Usai Melewati Ancaman Bom Pesawat

PPIH Embarkasi Surabaya kini terus melakukan pemantauan kesehatan serta pendampingan psikologis kepada jemaah guna mencegah risiko kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Editor : Redaksi



Berita Terkait