Jawa Timur

SMK Jatim Cetak Prestasi, 91 Persen Lulusan Langsung Terserap

SMK Jatim Cetak Prestasi, 91 Persen Lulusan Langsung Terserap © mili.id

Mili.id – Jawa Timur kembali mencatat prestasi membanggakan di dunia pendidikan vokasi. Sebanyak 91,46 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur berhasil terserap melalui program Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha (BMW).

Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional dan menunjukkan semakin kuatnya hubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri kerja modern.

Baca juga: Khofifah Dorong Regenerasi Reog Lewat Prestasi Kyai Lodra

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan tingginya angka keterserapan lulusan SMK menjadi bukti bahwa program pendidikan vokasi di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil yang nyata.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa keterserapan lulusan SMK Jawa Timur terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa penguatan link and match antara sekolah dengan Dunia Usaha Dunia Industri berjalan semakin efektif,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebanyak 195.429 lulusan dari total 221.174 lulusan SMK di Jawa Timur telah mengikuti program BMW.

Dari jumlah tersebut, mayoritas lulusan langsung memasuki dunia kerja. Sebanyak 55,83 persen bekerja di berbagai sektor industri, sementara 20,79 persen memilih menjadi wirausaha dan 14,84 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sisanya menjalani pelatihan keterampilan, kursus, maupun persiapan studi lanjutan.

Keberhasilan ini juga terlihat dari rendahnya angka pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur yang hanya berada di angka 1,49 persen. Selain itu, kesesuaian pekerjaan dengan bidang keahlian mencapai 69,43 persen.

Artinya, sebagian besar lulusan bekerja sesuai kompetensi yang dipelajari selama sekolah.

Tak hanya itu, rata-rata masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan juga tergolong cepat, yakni sekitar 3,38 bulan setelah lulus.

Baca juga: Adventure Playland Ramaikan Liburan Sekolah di Four Points

Khofifah menilai perubahan kebutuhan industri menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan saat ini. Perkembangan teknologi dan otomatisasi membuat dunia kerja membutuhkan tenaga yang memiliki keterampilan nyata dan mampu beradaptasi dengan cepat.

Karena itu, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat sistem pendidikan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri.

“Sektor industri sekarang lebih mengutamakan kemampuan nyata dibanding sekadar ijazah. Karena itu latihan dan sertifikasi kompetensi harus terus diperbanyak,” katanya.

Pemprov Jatim juga memperkuat program Teaching Factory di seluruh SMK negeri maupun swasta. Program ini memungkinkan siswa belajar langsung dengan sistem kerja yang menyerupai dunia industri sebenarnya.

Saat ini terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jawa Timur yang diwajibkan memiliki Teaching Factory di setiap jurusan.

Baca juga: Grahadi Membara! Demo Indonesia Sekarat Berujung Ricuh

Melalui program tersebut, siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga terbiasa dengan praktik kerja, budaya industri, hingga penggunaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan berbagai penguatan juga dilakukan melalui sertifikasi kompetensi gratis, Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga kerja sama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi penting agar lulusan SMK Jawa Timur semakin siap menghadapi persaingan kerja di tingkat nasional maupun internasional.

“Program-program tersebut merupakan upaya meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Aries.

Keberhasilan tingginya keterserapan lulusan SMK ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pendidikan vokasi kini semakin diminati dan mampu menjadi solusi dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja, produktif, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait