Mili.id – Aksi demonstrasi bertajuk "Indonesia Sekarat" yang digelar di depan Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (26/6/2026), berujung ricuh. Ketegangan terjadi setelah massa berupaya menerobos masuk ke area Grahadi dan terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, situasi mulai memanas ketika sejumlah peserta aksi bergerak menuju pagar utama Gedung Grahadi. Massa kemudian menarik dan menggoyang pagar pembatas secara berulang sebagai upaya untuk masuk ke dalam kompleks gedung.
Baca juga: Khofifah Dorong PKN I Cetak Pemimpin Transformatif Berkualitas
Di sisi lain, ratusan personel kepolisian telah bersiaga dengan membentuk barikade di balik pagar untuk menghalau massa agar tidak memasuki kawasan rumah dinas Gubernur Jawa Timur tersebut.
Kericuhan semakin meningkat ketika sejumlah demonstran melempar berbagai benda ke arah aparat. Batu, potongan kayu, hingga batangan galvalum tampak melayang menuju barisan polisi yang bertahan menggunakan tameng.
Baca juga: Khofifah Tekankan Sinergi Investasi untuk Kesejahteraan Jatim
Lemparan benda keras tersebut membuat aparat memperketat formasi pengamanan. Suara benturan antara benda yang dilempar massa dengan tameng polisi terdengar berulang kali, sementara para demonstran terus menyuarakan tuntutan mereka di depan Gedung Grahadi.
Hingga berita ini ditulis, situasi di sekitar lokasi aksi masih berlangsung tegang. Aparat kepolisian terus berupaya mengendalikan massa guna mencegah kericuhan meluas ke area sekitar.
Baca juga: Raperda Jaminan Sosial Pekerja Mulai Dimatangkan DPRD Surabaya
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai jumlah korban maupun besaran kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Polisi masih melakukan pengamanan ketat di kawasan sekitar Gedung Grahadi.
Sebelumnya, aksi bertajuk "Indonesia Sekarat" diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat yang mulai berkumpul di depan Gedung Grahadi sejak sore hari. Aksi semula berlangsung kondusif, namun menjelang malam situasi berubah memanas hingga memicu bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Editor : Redaksi
