Mili.id-Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, kian memanas menjelang hari pencoblosan, Selasa (19/5/2026). Sejumlah spanduk bernada kritik dan sindiran mulai bermunculan di beberapa titik desa.
Salah satu spanduk yang menarik perhatian warga bertuliskan, “Warga Suko Cari Pemimpin Bersih Bukan Tukang Tipu-Tipu. No Pungli No Korupsi.” Spanduk tersebut terpasang di kawasan permukiman warga dan langsung menjadi perbincangan masyarakat.
Munculnya pesan tersebut dinilai mencerminkan tingginya tensi politik desa di tengah persaingan para calon kepala desa yang semakin ketat. Warga tampak mulai terbuka menyuarakan harapan mereka agar pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar bersih dan mampu membawa perubahan bagi Desa Suko.
Baca juga: Golput Menang, Pengamat Sebut Panitia Pilkades Suko Gagal
Beberapa warga menilai spanduk itu sebagai bentuk kritik sosial terhadap praktik-praktik yang dianggap tidak sehat dalam kontestasi politik desa. Selain itu, pesan anti pungli dan anti korupsi dianggap menjadi aspirasi masyarakat yang menginginkan pemerintahan desa lebih transparan. “Sekarang masyarakat sudah pintar. Warga ingin pemimpin yang amanah, bukan yang hanya janji saat kampanye,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Pilkades Suko sendiri belakangan menjadi sorotan karena atmosfer persaingan antarpendukung calon yang cukup sengit. Masing-masing tim terlihat aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kampanye langsung maupun pemasangan atribut di berbagai sudut desa.
Baca juga: Warga Protes Tak Bisa Mencoblos, Pilkades Suko Diwarnai Kekisruhan Aturan KTP
Meski situasi politik desa mulai memanas, warga berharap seluruh tahapan Pilkades tetap berjalan aman, damai, dan kondusif tanpa memicu konflik di tengah masyarakat. Pemerintah desa dan panitia Pilkades juga diharapkan mampu menjaga netralitas serta memastikan proses demokrasi berlangsung jujur dan adil demi terciptanya pemimpin yang benar-benar dipercaya masyarakat Desa Suko.
Editor : Redaksi
