Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian © mili.id

Kalapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad saat memberikan arahan kepada narapidana saat sel mereka dilakukan penggeledahan, Senin (1/6/2026).

Mili.id - Lapas Kelas IIB Mojokerto bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mojokerto menggelar razia gabungan di kamar hunian warga binaan, Senin (1/6/2026) malam.

Razia tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam lapas.

Baca juga: Saat Sate Mandora Dibakar, Suasana Lapas Mojokerto Mendadak Mirip Pesta Kampung

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan secara sampling terhadap enam kamar hunian, petugas tidak menemukan barang terlarang berupa narkotika maupun telepon seluler. Namun, sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan berhasil diamankan.

Barang bukti yang disita meliputi 21 senjata tajam rakitan, tiga gunting, empat pemotong kuku, empat sendok stainless, dua alat cukur, tiga set kartu remi, satu set kartu domino, serta dua ikat pinggang.

Kalapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara humanis dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna memastikan kondisi lapas tetap aman dan kondusif.

"Alhamdulillah dari hasil penggeledahan tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti narkoba maupun handphone. Barang yang kami temukan berupa beberapa kartu domino, gunting, sendok stainless dan barang lainnya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan," ujarnya.

Menurut Arifin, penggeledahan hanya dilakukan pada enam kamar hunian yang terindikasi berpotensi menyimpan barang terlarang. Langkah itu dilakukan mengingat jumlah warga binaan di Lapas Mojokerto mencapai lebih dari 900 orang.

Baca juga: Lapas Mojokerto Deklarasi Zero HALINAR, Razia Gabungan dan Tes Urine Digelar

"Kegiatan ini merupakan upaya deteksi dini untuk mewujudkan Lapas Mojokerto yang bersih dari peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, maupun praktik penipuan online dari dalam lapas," katanya.

Sementara itu, Kabid Perawatan, Keamanan dan Patroli Pengamanan (Patnal) Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Effendi Wahyudi mengapresiasi sinergi yang terjalin antara petugas pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum lainnya dalam pelaksanaan razia gabungan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri dan BNNK yang telah bersama-sama melaksanakan razia di Lapas Mojokerto. Kegiatan berjalan tertib, aman dan tidak ditemukan barang-barang menonjol seperti narkoba maupun handphone," ujar Effendi.

Baca juga: Berbagi di Hari Jumat, Lapas Perempuan Tangerang Pererat Hubungan dengan Masyarakat

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk penguatan deteksi dini dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

"Mudah-mudahan sinergi ini terus terjaga sehingga kondisi Lapas Mojokerto tetap kondusif dan proses pembinaan maupun pelayanan kepada warga binaan dapat berjalan lebih optimal. Pemasyarakatan harus benar-benar memberikan manfaat," tegasnya.

Seluruh barang hasil razia akan didata oleh petugas sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur yang berlaku. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait