Mili.id – Skuad Tim Nasional Sepak Bola Jerman menunjukkan kepedulian terhadap para pendukungnya dengan menanggung biaya transportasi bagi 600 suporter yang akan menghadiri laga terakhir fase grup Piala Dunia FIFA 2026.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas melonjaknya biaya transportasi dari New York menuju Stadion MetLife di New Jersey selama penyelenggaraan Piala Dunia. Kenaikan harga tiket kereta api dan layanan bus dinilai memberatkan para penggemar yang ingin memberikan dukungan langsung di stadion.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai Dini Hari Ini, Meksiko Tantang Afrika Selatan di Laga Pembuka
Menurut laporan, harga tiket kereta yang biasanya sekitar 12,90 dollar AS melonjak hingga 150 dollar AS sebelum akhirnya diturunkan menjadi 98 dollar AS. Sementara itu, tarif bus antar-jemput sempat mencapai 80 dollar AS. Kondisi tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk pejabat setempat.
Melihat situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Jerman mengambil inisiatif dengan menyediakan transportasi gratis bagi para pendukung. Dalam pernyataan resminya, federasi menyebut bahwa para pemain turut berkontribusi untuk membiayai perjalanan suporter menuju pertandingan melawan Ekuador.
Baca juga: FIGC Pertimbangkan Tunda Serie A, Demi Lolos Italia ke Piala Dunia 2026
Kapten tim, Joshua Kimmich, bersama rekan-rekannya disebut secara langsung menanggung biaya bus yang akan mengangkut para pendukung dari New York ke New Jersey.
Kebijakan ini menjadi sorotan karena berbeda dengan penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya di Rusia dan Qatar yang menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi suporter menuju stadion. Amerika Serikat sebelumnya juga sempat menjanjikan fasilitas serupa saat memenangkan hak tuan rumah pada 2018, namun kebijakan tersebut berubah pada 2023 sehingga penggemar harus membayar biaya perjalanan sesuai harga pasar.
Baca juga: Belanda Pesta Gol di Malta, Cody Gakpo Jadi Bintang
Selain persoalan transportasi, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga mendapat kritik terkait harga tiket pertandingan yang dianggap mahal. Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan harga tersebut dengan menyatakan bahwa harga tiket termurah masih sebanding dengan ajang olahraga besar lainnya di Amerika Serikat.
Infantino menjelaskan bahwa penetapan harga dilakukan untuk mengurangi praktik percaloan dan memastikan pendapatan yang diperoleh dapat digunakan kembali untuk pengembangan sepak bola di berbagai negara.
Editor : Redaksi
