Mili.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena bediding masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Agustus 2026. Kondisi ini ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.
Fenomena bediding mulai dirasakan masyarakat di beberapa daerah seperti Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, hingga Surabaya dalam beberapa pekan terakhir. BMKG menjelaskan, kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang umum terjadi saat musim kemarau.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Bali
BMKG Karangploso menyebut puncak suhu dingin diperkirakan terjadi pada Juli 2026. Suhu rendah itu dipengaruhi minimnya tutupan awan pada malam hari sehingga panas permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer. Selain itu, angin Monsun Australia membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur.
Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Selatan Mindanao, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Indonesia
Di wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu dan Malang, suhu udara bahkan disebut dapat turun hingga di bawah 20 derajat Celsius. Kondisi udara dingin juga terasa lebih menusuk karena kelembapan udara yang rendah selama musim kemarau berlangsung.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diminta Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama fenomena bediding berlangsung. Warga disarankan mengenakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit akibat perubahan suhu ekstrem.
Editor : Redaksi
