Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos, Verifikasi Bansos Kini Hanya 15 Menit

Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos, Verifikasi Bansos Kini Hanya 15 Menit © mili.id

Mili.id – Kota Surabaya menjadi salah satu daerah percontohan dalam uji coba aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital yang dikembangkan Kementerian Sosial. Melalui sistem berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), proses verifikasi dan penentuan kelayakan penerima bantuan sosial (bansos) kini dapat dilakukan hanya dalam waktu 15 hingga 45 menit.

Uji coba aplikasi tersebut dilaksanakan di Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Program ini merupakan bagian dari upaya reformasi pelayanan publik untuk memangkas birokrasi, mengurangi subjektivitas, dan memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, mengatakan Surabaya menjadi salah satu dari 42 kabupaten dan kota yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba digitalisasi sistem perlindungan sosial. Sebelumnya, program serupa telah lebih dahulu diuji di Banyuwangi.

Menurut Robben, sistem lama membutuhkan proses yang panjang karena pengusulan data harus melalui berbagai tahapan, mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga pemerintah daerah sebelum diproses oleh Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Proses tersebut bisa memakan waktu hingga tiga bulan. Dengan sistem digital berbasis AI, analisis dan keputusan kelayakan penerima bantuan dapat dilakukan hanya dalam waktu 15 sampai 45 menit,” ujarnya.

Baca juga: Kapolres Pimpin Sertijab PJU Dan Kapolsek Jajaran : Tingkatkan Pelayanan Publik Humanis Dan Responsif

Ia menjelaskan, aplikasi Perlinsos dirancang untuk mengurangi potensi kesalahan penyaluran bantuan akibat faktor subjektivitas di lapangan. Penilaian kelayakan dilakukan berdasarkan data yang terintegrasi dan dianalisis secara objektif oleh sistem.

Selain mempercepat proses pelayanan, digitalisasi ini juga diharapkan mampu meminimalisir praktik titipan atau intervensi dalam penetapan penerima bantuan sosial.

Baca juga: DPRD Surabaya dan Polrestabes Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Kota Jelang HUT RI

Hingga saat ini, Dinas Sosial Kota Surabaya mencatat sekitar 300 hingga 400 data warga telah masuk dalam sistem uji coba. Evaluasi terus dilakukan bersama kementerian terkait guna mengidentifikasi berbagai kendala teknis sebelum aplikasi diterapkan secara lebih luas.

Pemerintah berharap transformasi digital melalui aplikasi Perlinsos dapat meningkatkan akurasi data kemiskinan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait