Antisipasi LSD, Petugas Disnakan Situbondo Periksa Sapi yang Masuk Pasar Hewan

Antisipasi LSD, Petugas Disnakan Situbondo Periksa Sapi yang Masuk Pasar Hewan © mili.id

Petugas pasar hewan memeriksa setiap ternak sapi ke pasar hewan Situbondo.(Foto: Fatur Bari/mili.id)

Situbondo - Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) di Situbondo, petugas pasar hewan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, memeriksa sapi yang masuk ke pasar hewan.

"Pemeriksaan sapi yang masuk ke pasar hewan ini, sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran penyebaran penyakit LSD di Situbondo," ujar Willy Mahendarta, Koordinator pasar hewan pada Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Pemkab Situbondo, Sabtu (27/1/2024).

Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran

Menurutnya, diakui tercatat sebanyak 34 ekor di Situbondo terjangkit penyakit LSD, dengan ciri-ciri di kulit tumbuh benjolan, namun sebanyak 23 ekor sapi berhasil disembuhkan, sisanya sebanyak 11 ekor sapi masih dalam proses penyembuhan.

"Kami sengaja memeriksa sapi yang masuk ke pasar hewan setiap Sabtu di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Mengingat sapi yang dijual di pasar itu tidak hanya dari Situbondo, namun juga berasal dari kabupaten tetangga, yakni dari Bondowoso," bebernya.

Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026

Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Willy menjelaskan, jika dalam memeriksa sebanyak 800 ekor sapi yang masuk ke pasar hewan, petugas tidak menemukan adanya sapi yang dijual di pasar terjangkit penyakit LSD.

"Makanya, saya memastikan tidak ada sapi yang dijual terjangkit penyakit LSD. Selain itu, saya juga menjamin para peternak tidak akan menjual sapinya yang terjangkit LSD, karena sapi terjangkit penyakit LSD harganya dipastikan murah," kata Willy.

Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 34 ekor sapi terjangkit LSD, puluhan ekor sapi yang terjangkit penyakit kulit dengan ciri-ciri muncul benjolan di kulit itu, tersebar pada sejumlah desa pada 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Sedangkan untuk memutus mata rantai penularan penyakit LSD tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Pemkab Situbondo, mulai menggencarkan vaksinasi pada hewan ternak sapi.

Editor : Aris S



Berita Terkait