Aksi Ksatria Muda Airlangga untuk menyampaikan pernyataan sikap.(Rama Indra/mili.id)
Surabaya – Sejumlah Guru Besar dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyebut pelemahan demokrasi sedang terjadi di Indonesia, hari Senin (5/2/2024).
Di situ disampaikan seruan yang ditujukan kepada pemimpin pemerintahan. Menurutnya seruan itu laksana bingkai moralitas untuk menjalankan amanah nilai-nilai demokrasi.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Masih di dalam satu lokasi, di waktu yang hampir bersamaan itu. Hadir sekelompok lain yang mengatasnamakan dari Ksatria Muda Airlangga turut menyatakan sikapnya.
"Kami di sini ini bukan tandingan mana pun atau siapa pun. Saya di sini mewakili Ksatria Muda Airlangga. Atas nama pribadi dan himpunan, kami semua menyatakan seruan yang serupa," terang Koordinator Ksatria Muda Airlangga, Asadur Rahman Muhammad di Unair.
Meskipun Asadur menyebutkan dia sependapat seruan yang sama dengan civitas akademika (Guru Besar). Asadur menyatakan bahwa dalam seruan demokrasi yang disampaikan guru besar itu sarat akan penggiringan opini yang dinilainya hal itu tidak baik untuk salah satu paslon pilpres.
"Kalau soal intimidasi, demokrasi, dari deklarasi sebelumnya (Guru Besar). Saya mau sampaikan, kepada teman-teman, ini ada penggiringan opini yang tidak baik untuk salah satu paslon," ungkap Asadur.
Menurutnya, penggiringan opini yang semacam itu masyarakat sudah bisa menilai informasinya dari internet. Katanya, paslon mana yang sering menggiring civitas akademika, sehingga universitas-universitas terkesan intimidasi demokrasi.
Lanjut Asadur, 2024 informasi terbuka, dan di sini negara hukum, apabila ada pelanggaran dirinya meminta untuk dilaporkan.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Sementara itu, barisan kelompok Ksatria Muda Airlangga juga turut menyampaikan 5 point penyataan sikap berbeda dengan kelompok Guru Besar.
5 Pernyataan Sikap dari Ksatria Muda Airlangga itu diantaranya sebagai berikut:
1. Mendukung pernyataan Rektor Unair Prof Nasih untuk menjadikan pemilu bermartabat tanpa politik uang.
2. Menjaga kondisi perpolitikan yang semakin dekat pada hari pemilihan 14 Februari 2024, kami para Kesatria Muda Airlangga memandang perlu arah civitas akademi, pimpinan, dosen, tenaga pendidikan dan warga kampus di Unair untuk menjaga netralitas dan kondusifitas demi nama baik kampus tercinta Universitas Airlangga.
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
3. Mendorong keberlanjutan, kepemimpinan nasional melalui suara terbanyak rakyat melalu pemilu, suara rakyat adalah suara tuhan.
4. Perbedaan pandangan dan pilihan setiap warga dijamin UUD 1945 dan hal biasa rutin setiap 5 tahun sekali.
5. Apresiasi kepada seluruh pemerintah yang telah memimpin bangsa Indonesia sesuai tujuan kemerdekaan dan memastikan keberlanjutan kepemimpinan dengan baik.
Editor : Aris S
