Kesaksian Teman Usai Gagal Selamatkan Turis Australia di Pantai Pelawangan Banyuwangi

Kesaksian Teman Usai Gagal Selamatkan Turis Australia di Pantai Pelawangan Banyuwangi © mili.id

Gregor Charles, teman korban, memberikan keterangannya pada Tim SAR gabungan (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Sebelum dinyatakan hilang terseret ombak Pantai Pelawangan Banyuwangi, turis Australia bernama Gunther Henry Kitzler (57), sempat coba ditolong dua temannya, tapi gagal.

Pertolongan itu diberikan Gregor Charles (51), dan Paul (49), keduanya juga asal Australia. Upaya pertolongan terhadap korban pada Senin (4/3/2024) kemarin, diceritakan oleh Gregor.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan

Katanya, dia bersama Paul hampir berhasil membawa tubuh korban ke tepian pantai. Namun hempasan ombak besar menggagalkan upaya mereka.

"Kita berdua sudah bisa meraih tubuh korban. Namun hempasan ombak besar memisahkan kita berdua dengan Gunther," ujar Gregor kepada mili.id, Selasa (5/2/2024) pagi.

Gregor mengungkapkan bahwa kondisi korban saat itu sudah tidak sadarkan diri. Matanya memerah diduga terlalu lama berada dalam gulungan ombak.

"Tidak ada respons (korban) saat kita naikkan ke atas papan selancar. Matanya memerah kemungkinan terlalu lama digulung ombak," jelasnya.

Sebelum dihempas ombak, Gunther melakukan selancar solo di areal Pantai Pelawangan sekitar pukul 06.15 WIB. Tepatnya di sisi timur berjarak sekitar 200 meter dari Raka Homestay, tempatnya menginap.

Saat digulung ombak, Gregor dan Paul posisinya agak jauh dari korban. Lalu berusaha mendekati papan selancar warna biru milik korban yang mengapung di permukaan.

Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru

Gregor menyebut jika tali selancar yang melilit korban telah putus. Hal itu yang menyebabkan tubuh korban terpisah dari papan selancarnya.

Saat akan dievakuasi menuju tepian pantai, tubuh Gunther dinaikkan ke papan selancar. Perlahan mereka berupaya lepas dari ganasnya ombak Pantai Pelawangan.

"Ombak besar datang. Dan kami gagal mempertahankan tubuh korban di atas papan. Khawatir kami ikut terhempas kami pun langsung menepi," ungkap Gregor yang mahir berbahasa Indonesia itu.

Sementara pasca-mendapat laporan, Tim SAR Gabungan berupaya melakukan penyisiran. Kepala Pos Basarnas Banyuwangi Wahyu Setyabudi menyatakan, upaya pencarian menggunakan LCR (landing craft rubber boat) atau perahu karet urung dilakukan. Karena terhalang ketinggian ombak.

Baca juga: Pengakuan Pria di Banyuwangi Klaim Anak Kandung Denada, Ungkap Hidup Serba Kekurangan

"Alut LCR tidak bisa digunakan karena kondisi ombak mencapai 2 sampai 3 meter. Akhirnya dilanjut penyisiran darat dari titik lokasi sejauh satu kilometer mengarah ke timur," jelasnya.

Upaya pencarian pun tak membuahkan hasil. Wahyu menambahkan, tepat pukul 17.00 WIB operasi pencarian dihentikan dan dilanjut pada Selasa pagi ini.

"Operasi SAR dihentikan dengan hasil nihil dan dilanjutkan pada Selasa pagi ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait