Kondisi Terkini 10 Anggota Gegana Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim

Kondisi Terkini 10 Anggota Gegana Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim © mili.id

Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto melihat kondisi anggota Gegana korban ledakan (Foto: Ist)

Surabaya - 10 anggota Jibom Gegana yang menjadi korban ledakan di Mako Brimob Polda Jatim Jalan Gresik, Surabaya kondisinya membaik, Selasa (5/3/2024).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, 10 anggota yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

"Alhamdulillah dari 10 korban yang dinyatakan luka kemarin, hari ini sudah kita tengok. Hari ini dipastikan oleh Rumah Sakit Bhayangkara boleh kembali ke rumah masing-masing," ungkap Imam.

Imam menjelaskan, ledakan tersebut mendapat perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sehingga dalam kunjungan hari ini, pihaknya didampingi Danpas Gegana Polri Brigjen Pol Reza Arief Dewanto.

"Kebetulan kita diberikan asistensi dari Danpas Gegana atas perintah Bapak Kapolri untuk meninjau langsung di lapangan. TKP tadi sudah dihadiri oleh Bapak Danpas Gegana, termasuk hari ini beliau memastikan untuk korban terjadinya ledakan kemarin baik-baik saja," papar Imam.

Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto bersama Danpas Gegana Polri Brigjen Pol Reza Arief Dewanto (Foto: Ist)Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto bersama Danpas Gegana Polri Brigjen Pol Reza Arief Dewanto (Foto: Ist)

Menurut Imam, hasil pemeriksaan medis beberapa anggota mengalami sesak napas atas insiden tersebut. Sebagian lainnya ada yang terluka di bagian tangan dan kepala akibat terkena serpihan kaca.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

"Kalau kita rinci, ada 5 personel itu sesak napas dan alhamdulillah hari ini kita pastikan baik-baik saja. Kemudian yang luka di tangan kena serpihan kaca, di kepala, sudah dilakukan penjahitan semua dan membaik hari ini," sambungnya.

Imam menambahkan, disposal bahan peledak itu biasanya dilakukan satu bulan sekali. Tak ada jumlah pasti dalam melakukan pemusnahan itu, dan rencananya bahan peledak kemarin akan dimusnahkan, tapi meledak lebih dulu.

"Itu kita tetapkan biasanya kalau satu bulan sudah terkumpul ada beberapa bahan peledak hasil temuan, biasanya langsung kita musnahkan. Relatif biasanya, tidak dalam jumlah batasan tertentu. Kemarin itu sebenarnya sudah akan dimusnahkan," paparnya.

Baca juga: 169 Ribu KK Surabaya Terancam Diblokir Akses Cek-in Warga

Sementara terkait penyimpanan hasil temuan bahan peledak, menurut Imam ada tempat khusus. Namun saat akan dibawa untuk didisposal, bahan peledak itu ditempatkan sementara di samping kantor Den Gegana.

"Sebenarnya ada, cuma waktu itu kan memang disimpan di sana karena bentuknya bahan kimia, disatukan di situ dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera dimusnahkan. SOP memang seperti itu," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait