Ketua DPC PPP Jember, Madini Farouq (Gus Mamak) - (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - DPC PPP Jember masih belum menunjuk figur yang didukung dalam Pilkada 2024. Mereka masih membuka mata dan telinga.
Ketua PPP Jember, Madini Farouq menyebut bahwa pihaknya masih fokus mengawal Bupati-Wakil Bupati Jember, Hendy Siswanto dan KH. Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), hingga selesai masa jabatannya.
Baca juga: Amien Rais Kritik Kondisi Politik dan Ekonomi Indonesia, Soroti Oligarki hingga Ketimpangan Sosial
"Fokus ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen kami pada Pilkada 2019 lalu," ungkap pria yang akrab disapa Gus Mamak itu, Minggu (24/3/2024).
Gus Mamak juga belum bisa memastikan apakah tetap mendukung pasangan Hendy-Gus Firjaun di Pilkada Jember 2024. Karena partai masih melakukan evaluasi.
"Momen ramadan dan Idul Fitri kami gunakan untuk ajang silaturrahim kepada kiai dan tokoh masyarakat. Untuk kami membuka mata dan telinga apa yang dikehendaki masyarakat Jember pada Pilkada November 2024 nanti," papar dia.
Menurutnya, PPP bakal mempertimbangkan hasil evaluasi dan catatan-catatan itu, serta melihat keinginan masyarakat serta hasil survei, untuk menentukan siapa yang bakal didukung, apakah pasangan Hendy-Gus Firjaun atau lainnya.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Yang jelas kami masih menjaga komitmen kami dalam mengawal kepemimpinan Pak Hendy dan Gus Firjaun sampai akhir periode. Untuk (Pilkada) 2024, kami masih belum bisa menentukan sikap, karena harus menyerap aspirasi, melihat hasil survei, dan juga berkordinasi dengan DPW dan DPP," terang Gus Mamak.
Dengan menyerap informasi jelang Pilkada 2024, lanjut Gus Mamak, menjadi dasar PPP untuk memberikan rekomendasi dukungan kepada calon bupati dan wakil bupati yang tepat.
"Jadi kami tegaskan, sampai hari ini belum ada (rekomendasi)," ujar Gus Mamak.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
"Karena kita belajar dari DPP, ketika menentukan pilihan capres, tidak mendengar aspirasi dari kiai dan tokoh, akhirnya PPP sudah jatuh tertimpa tangga. Calon presiden kalah, PPP tidak lolos PT (ambang batas elektoral). Kami tidak ingin melakukan itu. Karena itu, kami harus mendengar suara dari tokoh-tokoh dan kiai yang ada di Jember," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
