Tangan Palsu untuk Nur Ahmad, Santri Surabaya Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny
Kamis, 16 Okt 2025 10:23 WIBNur Ahmad menjadi satu-satunya santri Al Khoziny asal Surabaya yang harus menjalani proses diamputasi.
Nur Ahmad menjadi satu-satunya santri Al Khoziny asal Surabaya yang harus menjalani proses diamputasi.
Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Christian Tobing bersama Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo AKP Rukwandi menjenguk para santri korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, di Buduran, Sidoarjo yang masih dirawat
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan menegaskan bahwa tim masih terus melakukan proses pendalaman data antemortem dan postmortem, termasuk pencocokan DNA terhadap beberapa kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
Polda Jawa Timur mulai memeriksa sejumlah saksi dalam penyelidikan kasus ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, yang menewaskan 67 orang.
Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, terus bertambah. Hingga Senin (6/10/2025) petang, total korban tewas tercatat mencapai 63 orang, dengan enam di antaranya berupa bagian tubuh (body part).
Partai Golkar Jawa Timur menggelar sholat ghaib dan tahlil untuk para korban runtuhnya musola di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo terus bertambah.
Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan gigi, medis, hingga properti pribadi yang cocok dengan data antemortem.
Tim SAR gabungan kembali menemukan enam jenazah korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Minggu (5/10/2025) sore.
Hingga pukul 12.00 WIB, tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) telah menemukan 12 jenazah baru serta satu potongan tubuh manusia.
Hingga berakhirnya proses pencarian hari keenam, Sabtu (4/10/2025) pukul 23.59 WIB, jumlah korban meninggal akibat reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny terus bertambah. Basarnas melaporkan total korban tewas kini mencapai 26 orang.
Tim DVI berhasil mengidentifikasi para jenazah melalui sidik jari, gigi, medis, dan properti (barang milik korban).
"Ini tambah satu lagi. Jadi total yang dievakuasi ke sini (RS Bhayangkara) ada 13 jenazah," sebut Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan.
Hingga malam ini, tercatat 13 korban yang meninggal dunia, delapan di antaranya masih menjalani pemeriksaan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
Dari lima jenazah yang kini berada di RS Bhayangkara Polda Jatim, rata-rata merupakan anak-anak. Diperkirakan usianya 12 sampai 15 tahun.