Berakhirnya Persekongkolan Bandit Depok-Madura Curi 5 Motor di Surabaya Hingga Gresik

Berakhirnya Persekongkolan Bandit Depok-Madura Curi 5 Motor di Surabaya Hingga Gresik © mili.id

Polsek Lakarsantri membeber hasil ungkap kasus pencurian motor antar kota di Jatim (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Persekongkolan dua bandit asal Depok dan Madura mencuri motor di beberapa kota di Jatim akhirnya berakhir, setelah keduanya diringkus polisi.

Kedua bandit motor itu diringkus Unit Reskrim Polsek Lakarsantri di Jalan HR Muhammad, Surabaya saat hendak beraksi kemnbali.

Baca juga: The Alana Surabaya Rayakan Anniversary Dengan Donor Darah Kemanusiaan

Dua penjahat itu bernama Muhammad Ridwan (20) asal Depok, Jawa Barat dan Muhammad Holil (23), asal Madura.

Kapolsek Lakarsantri, Kompol M. Akhyar mengatakan, kedua bandit itu diringkus ketika anggotanya yang sedang melakukan patroli mengenali motor NMax biru B 3587 EOK, yang digunakan sebagai sarana.

Sebab sebelumnya, aksi dua bandit mencuri motor Honda Beat L 5677 ABH, terekam CCTV minimarket di Jalan Jeruk, Lakarsantri, Surabaya.

"Dua tersangka ini kami tangkap berawal dari adanya pencurian di Jalan Jeruk, dan terekam CCTV. Dengan adanya CCTV itu, maka kita bisa melihat secara jelas, pelaku maupun ciri-ciri dan sarana digunakan," papar Akhyar, Rabu (5/6/2024).

Meski yakin motor tersebut sarana kedua pelaku, anggota Polsek Lakarsantri tak mau gegabah.

"Keyakinan anggota saat itu masih belum 100 persen, sehingga tetap memantau dan mengikuti pergerakan mereka yang berputar-putar dan diduga mencari sasaran," tambahnya.

Anggota yang sedang menguntit kemudian menghubungi anggota lain untuk bergabung melakukan penangkapan.

Sampai di Jalan HR Muhammad, salah satu anggota yang baru bergabung mengetahui betul ciri kendaraan yang digunakan kedua pelaku.

"Ciri khusus kendaraan yang digunakan sebagai saran itu visornya bening saat berpapasan di jalan yang terang berlampu," beber Akhyar.

Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban

Anggota yang sudah yakin 100 persen langsung meringkus kedua pelaku dan melakukan penggeledahan.

"Salah satu tersangka didapati ada yang membawa sebuah anak kunci T yang ujungnya runcing. Keduanya langsung dibawa ke Polsek Lakarsantri untuk proses lebih lanjut," jelas dia.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa dua bandit ini telah beraksi mencuri motor 5 kali.

"Keterangan dua tersangka, MH dan MR, didapatkan 5 TKP antar kota, Surabaya, Gresik, Sidoarjo. Di Sukodono, Sidoarjo; Driyorejo, Gresik. Lalu di PTC, Surabaya, dan Jalan Jeruk, Lakarsantri," jelasnya.

Pengakuan lainnya, kedua pelaku ini beraksi dengan satu orang lagi berinisial HAN. Kini satu pelaku yang belum tertangkap dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dan sedang diburu.

"Ketiga tersangka ini kadang secara bergantian beraksi. Misal MR dan MH. Kadang MH dan HAN. Kadang HAN dan MR. Mereka saling gantian, dan punya tugas masing-masing," tutur Akhyar.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel

Sementara pelaku Holil menyebut bahwa HAN yang selama ini bertugas menjual motor curian ke wilayah Madura. Dia mengaku tidak tahu lokasi pasti penjualan motor di Pulau Garam tersebut.

"Teman yang DPO itu satu kecamatan. Uang buat beli makan sehari-hari. Saya dapat Rp1,2 juta. Kalau itu (lokasi penjualan) saya kurang tahu. Yang jual dia (HAN)," sebutnya.

Dalam aksinya, Holil dan rekannya tidak pandang bulu. Asalkan ada kesempatan dan dapat sasaran motor matik, pasti mereka sikat.

"Gak pernah ada pesanan. Hasilnya untuk keperluan pribadi," pungkas bapak satu anak itu.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait