Evakuasi jenazah pria 4 anak di Kota Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Ayah 4 anak ditemukan di rumahnya Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (6/6/2024).
Pria itu berinisial NP (46). Warga sekitar mengaku sudah mencium aroma tak sedap sekitar pukul 07.00 WIB, saat akan berangkat kerja.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
"Sudah dari pagi tercium nyengat kaya bangkai gitu. Pas sebelum saya berangkat kerja," terang Sr di lokasi.
Meski begitu, dia tidak menaruh curiga jika aroma tak sedap itu berasal dari kamar tetangganya tersebut. Sebab, korban masih terlihat pada Senin (3/6/2024) pagi.
"Sehat (kondisi NP). Senin kemarin masih kelihatan, lewat depan rumah jalan kaki. Jadi gak nyangka kalau itu almarhum," bebernya.
Informasi yang dihimpun, NP tinggal bersama istrinya, E (46) dan 4 orang anak laki-laki. Namun, keluarga tidak mengetahui jika pria yang diketahui bekerja sebagai sopir bus itu meninggal dunia.
E mengaku bahwa dirinya saat meninggalkan rumah sebelum bekerja sekitar 04.30 WIB, pintu kamar NP tertutup tidak bisa dibuka. Bahkan ia menyebut jika suaminya memiliki riwayat penyakit dalam.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
"Tertutup pintunya. Orangnya punya riwayat hipertensi, jantung," ungkap dia.
Saat pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB, dia mengaku baru mulai mencium bau tak sedap, dan berusaha menghidupkan lampu.
"Itu tadi bau. Kok baunya gini, lampu tak nyalakan. Kok ada darah, baunya nyengat gitu. Langsung telepon adek, agak takut juga," terang sang istri.
Sementara Kapolsek Prajurikulon, Kompol Maryoko membenarkan bahwa dugaan sementara penyebab kematian korban adalah bunuh diri. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Ini saya di rumah sakit (RSUD Dr Wahidin Sudirohusodo). Dugaan (gantung diri), sementara," pungkas Maryoko.
*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental
Editor : Narendra Bakrie
