Ajeng Wira Wati/Foto:mili/roy
Mili.id - Kasus stunting di Kota Surabaya tidak hanya bisa dilihat pada tahun ini, namun perlu dilihat dari sudut pandang global, yakni masalah kemiskinan.
"(Muaranya) dari masalah kemiskinan, karena pandemi Covid-19 sejak 2020," kata Ajeng Wira Wati Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Rabu (26/1).
Maka pihaknya pun melakukan antisipasi agar beban para keluarga tingkat MBR nya tidak naik, supaya pemenuhan kebutuhan gizi tidak menyulitkan.
"Bagaimana nanti caranya pemerintah kota wajib banyak turun mengedukasi, kader (kesehatan) nya juga turun, dari pihak puskesmas mengenalkan pentingnya gizi, juga pesan dari BKKBN dan sebagainya." papar Ajeng.
Baca juga: Ajeng Wira Wati Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga dalam Reses di Gubeng
Ia menuturkan bahwa stunting merupakan kasus keseluruhan atau nasional, bukan hanya melanda di Surabaya.
Hal ini tutur dia, sebagaimana yang diinformasikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Reses di Simo Lawang, Ajeng Wira Wati Serap Aspirasi Warga soal Pendidikan dan Kesehatan
Sehingga sambungnya, secara global dirasakan berdampak pada sistem ekonomi karena pandemi Covid-19. Dan dari ekonomi itu akan mempengaruhi dari peningkatan pemenuhan gizi masing masing keluarga.
"Begitupula untuk bayi lahir ini juga kita mengkhawatirkan sebagai generasi emas berikut nya." tandasnya.
Editor : Redaksi
