Pasangan Idola Paparkan Strategi Kelola Sampah Rumah Tangga di Mojokerto

Pasangan Idola Paparkan Strategi Kelola Sampah Rumah Tangga di Mojokerto © mili.id

Calon Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat kampanye di PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis. Foto : (dok. Timses Idola)

Mojokerto - Paslon Idola (Ikfina Fahmawati dan Sa'dulloh Syarofi) telah menyiapkan strategi jitu untuk mengolah dan memanfaatkan sampah rumah tangga jika memenangkan Pilkada 2024.

Cabup dan cawabup nomor 1 ini berencana menerapkan sistem terintegrasi dalam pemerintahan. Salah satunya berkolaborasi dengan perusahaan pengolahan limbah.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Hal ini disampaikan Calon Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat kampanye di PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis.

Kehadiran Ikfina di perusahaan pengolahan dan pemanfaatan limbah di Bumi Majapahit ini disambut penuh semangat ratusan karyawan.

Tak henti-hentinya mereka meneriakkan akronim pasangan Ikfina dan Gus Dulloh-Idola PT PRIA. Ikfina lantas meninjau langsung sistem pengolahan dan pemanfaatan berbagai jenis limbah di peruaahaan ini.

Mulai dari sistem pembakaran atau insenerator, hingga pengolahan limbah menjadi batako.

"Saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar PT PRIA. Maka anda semua juga menjadi bagian dari kami. Berikan restu kepada saya dan Gus Dulloh, kami berdua akan melanjutkan tugas kembali menjadi bupati dan wabup Mojokerto atas restu, dukungan dan perjuangan anda semua," sebut Ikfina, Rabu (16/10/2024).

"Maka saya minta tolong anda semua bersama keluarga tanggal 27 November coblos nomor 1," imbuh Bupati Perempuan pertama di Mojokerto.

Menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu misi pasangan Idola.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Apabila terpilih menjadi Bupati dan Wabup Mojokerto periode 2025-2030, Ikfina dan Gus Dulloh bakal menerapkan sistem terintegrasi untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga.

"Ke depan kami (Pasangan Idola) akan fokus terhadap pengolahan sampah rumah tangga supaya lebih bermanfaat dan memberikan solusi atas penumpukan sampah di TPA kita," terangnya.

Pengolahan dan pemanfaatan sampah rumah tangga tersebut, lanjut Ikfina, bakal dibuat tersistem dan terpadu.

Mulai tahap pengumpulan, pemilahan, daur ulang, sampai pemusnahan sampah yang tak bisa didaur ulang.

Pada tahap daur ulang dan pemusanahan, salah satu kolaborasinya dengan PT PRIA.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

"Sistem kami buat lebih tertata skala kabupaten, seperti di Jepang, sampah diambil terjadwal setiap hari sesuai jenisnya, kita sesuaikan dengan budaya kita. Yang jelas kami akan bergerak menuju ke situ. Karena itu suatu bentuk perubahan perilaku," jelasnya.

Ikfina mengaku, sangat antusias ketika melihat insenerator milik PT PRIA yang pembakarannya mencapai suhu 1.200 derajat celcius.

Menurutnya, bakteri maupun virus dipastikan musnah pada suhu tersebut. Hanya saja, dibutuhkan teknologi mutakhir untuk mengolah dan memanfaatkan abu sisa pembakaran.

"Selama ini abu dikirim ke perusahaan pengolahan limbah yang mendapat legalitas dari pemerintah, di sana ditimbun. Kalau kita paham dan tahu ilmunya, saya yakin itu akan menjadi hal yang produktif. Ini tantangan kita ke depan bagaimana teknologi kita tingkatkan," ia memungkasi.

Editor : Aris S



Berita Terkait