Tjujuk: Stunting Ojok Dilombakno Rek, Ini Kinerja!

Tjujuk: Stunting Ojok Dilombakno Rek, Ini Kinerja! © mili.id

Tjujuk Supariono/Foto:mili/roy

Mili.id - Ketua Fraksi PSI Surabaya, Tjujuk Supariono menyesalkan Gebyar Lomba Bersama Wujudkan ‘Surabaya Emas’ (Eliminasi Masalah Stunting) yang dilakukan oleh Pemkot. 

Sebab selain dinilai lucu, hal itu disebut bakal memalukan orang tua jika anaknya dicap stunting. "(Saya) Juga menginginkan Pemkot ojok dilombakan rek, le' dilombakno yo lucu (kalau dilombakan lucu), ini kan kinerja. Kalau gitu kan kasihan ini, orang tuanya pasti kalau bayi di cap stunting, itu orang tuanya isin (malu)." kata Tjujuk kepada Mili.id, Senin (7/3).

Baca juga: Situbondo Sabet Penghargaan Terbaik Ketiga Penurunan Stunting Tingkat Nasional

Kendati begitu, Tjujuk mengapresiasi langkah Pemkot yang mendorong untuk menekan angka stunting dengan target 0 persen. Walau sebenarnya dia juga menanyakan pendataan standarisasi terkait stunting yang belum ada.

"Memang saya mengakui kinerja Pemkot bagus. (Namun) Saya juga menyoroti setelah rapat dengan Dinkes, mereka standard nya stunting belum ada." tukas Tjujuk.

Sehingga saat Komisi D, waktu rapat online dengan Dinkes, pihaknya mendorong pembuatan pedoman stunting, yang benar benar disebabkan karena benar benar kekurangan gizi.  

Baca juga: Stunting di Surabaya Tinggal 1,6 persen, Wali Kota Eri Optimis segera Zero

"Faktor stunting banyak sekali dan itu Perlu diklarifikasi, karena stunting sendiri macem macem, salah satu contohnya faktor genetik." demikian Tjujuk.

Dilansir dari Swaranews, Pemkot Surabaya umumkan pemenang Gebyar Lomba Bersama Wujudkan ‘Surabaya Emas’ (Eliminasi Masalah Stunting) di halaman Taman Surya, Sabtu (5/3/2022).

Pengumuman, dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani serta jajaran camat hingga lurah se-Kota Pahlawan.

Baca juga: Situbondo Klaim Angka Stunting Turun Hingga 5,5 Persen di Tahun 2023

Eri Cahyadi mengatakan, dengan adanya lomba Surabaya Emas ini angka stunting mengalami penurunan dan dinyatakan lulus stunting. 

Meskipun telah dinyatakan lulus stunting, 308 balita yang ikut dalam lomba ini tetap dipantau gizinya oleh Pemkot Surabaya. "Perjuangan kita belum selesai, saya inginnya di tahun bisa zero stunting, zero angka kematian ibu dan anak, serta zero gizi buruk. Sehingga yang sudah lulus stunting batasnya itu minimal, ayo kuatno (dikuatkan lagi)," kata Eri.

Editor : Redaksi



Berita Terkait