Stasiun Panarukan, Situbondo (Foto: IG Situbondoinfo)
Situbondo - Jalur kereta api dari Stasiun Kalisat Jember menuju Stasiun Panarukan Situbondo akan diaktifkan kembali.
Humas Balai Teknik Pengkeretaapin Kelas 1 Surabaya Direktorat Jenderal Perkeratapian, Alvaviega Septian Pravangasta mengatakan, sebelum mengaktifkan jalur kereta api dari Jember menuju Situbondo, pihaknya telah melakukan studi kelayakan.
Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik
Studi kelayakan tersebut disebut sudah dikeluarkan pada Tahun 2023 lalu.
"Jalur kereta api dari Kalisat ke Panarukan itu sebenarnya sudah berproses dan sudah pada tahap studi kelayakan. Namun akan dilakukan studi kembali untuk lebih komprehensif," ungkap Septian, Selasa (3/11/2024).
Menurutnya, jalur kereta api yang akan diaktifkan adalah dari Stasiun Kalisat, Ajung, Sukohari, Sukowono, Tamanan, Tenggaran, Prajekan, Situbondo dan Panarukan.
Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran
"Kementerian Perhubungan juga sudah mengajukan ke RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) untuk 2025 sampai 2029 dan juga telah diatur di Lerpres 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan Jawa Timur dan Lingkar Ijen," bebernya.
Septian menegaskan, selain akan mengaktifkan jalur kereta dari Jember menuju Situbondo, aktivasi juga dilakukan untuk empat jalur kereta api non aktif lainnya, yaitu Lumajang-Pasirian, Madiun-Slahung, Jombang-Babat, Jalur Lintas Madura.
"Namun untuk prioritas utama yakni jalur dari Kalisat menuju Panarukan memiliki peringkat pertama untuk dilakukan reaktivasi," tegasnya.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Septian menegaskan, dalam sejarahnya, jalur kereta api dibangun sejak 1897 oleh Hindia Belanda. Namun untuk jalur dari Stasiun Kalisat menuju Stasiun Panarukan sudah tidak aktif beroperasi sejak 2004.
"Dengan demikian, terhitung 20 tahun jalur kereta api dari Stasiun Kalisat menuju Panarukan tidak aktif," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
