Puluhan Warga di Jember Mengaku Lemas, Diduga Akibat Chikungunya

Puluhan Warga di Jember Mengaku Lemas, Diduga Akibat Chikungunya © mili.id

Proses fogging warga dibantu relawan (Foto: Hatta/mili.id)

Jember, mili.id - Puluhan warga di Jalan Sri Tanjung, Lingkungan Kaliwining, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember diduga terserang chikungunya.

Lebih dari 20 warga mengaku lemas. Pada tubuh mereka juga muncul ruam warna merah.

Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik

Chikungunya merupakan virus disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Sebagai antisipasi, warga dibantu relawan Rock and Roll Jember melakukan fogging di 15 rumah yang saat ini sakit.

"Awalnya banyak yang kena gigitan nyamuk itu. Ada 20-an lebih warga yang terkena ciri-ciri akibat gigitan nyamuk Chikungunya itu," terang seorang warga, Leli, Senin (20/1/2025).

Katanya, gejala penyakit diduga chikungunya itu menyerang warga dalam satu RT.

Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember

"Banyak anak-anak umur kelas 4 sampai 5 SD juga terkena. Bahkan anak balita juga ada yang kena," ungkapnya.

Menurut Leli, warga yang terkena ada yang sampai lumpuh dan lemas, tidak bisa jalan.

"Selain itu, keluhan lain yakni sakit nyeri di persendian. Banyak dari warga itu ke dokter, kemudian cukup minum obat. Mereka gak ke puskesmas. Ada juga yang ke rumah sakit, sampai rawat inap. Abah dan umi saya juga kena, dan katanya lemas seperti gak punya tenaga," bebernya.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

Sementara Dinas Kesehatan Jember saat ini masih melakukan asesmen. Karena bersamaan dengan angka kasus demam berdarah.

"Untuk angkanya (kasus) fluktuasi ya, beriringan, karena jenis nyamuknya sama. Baik itu (penyebab) bemam berdarah maupun chikungunya sama, hanya beda varian. Jenis foggingnya juga sama," terang Kepala Dinkes Jember, dr. Hendro Soelistijono.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait