Puluhan warga mewakili ratusan nasabah koperasi di Mojokerto demo (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Puluhan warga mewaliki nasabah koperasi simpan pinjam menggelar demo menuntut pencairan jelang Hari Raya Idul Fitri 2025 di Balai Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.
Mereka menagih tabungan lebaran yang lenyap diduga dibawa kabur pengurus koperasi di desa ini. Bahkan ada yang menangis sambil membentangkan poster berisi tuntutan dan buku tabungan masing-masing.
Poster yang mereka bawa bertuliskan 'Kembalikan Uang Kami', 'Semua Boleh Pergi Asal Jangan Tabungan', 'Uangku Bukan Uangmu', serta 'Ubur-ubur Ikan Lele Uangku Kau Bawa Kabur Le'. Ibu-ibu ini juga mengajak anak mereka.
Furi (30), salah satu korban membeberkan bahwa korban mencapai 152 nasabah dengan total tabungan sekitar Rp1,6 miliar.
Katanya, nasabah rutin menabung setiap pekan pada Rabu di Koperasi Tempat Pelayanan Simpan Pinjam (TPSP) di Desa Gading.
Koperasi TPSP ini dipimpin tiga orang. Yakni, Lilik dan Samuji, warga Desa Gading serta Isnan, warga Desa Bleberan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, uang para nasabah dibawa oleh Isnan.
Saat ini tabungannya terkumpul Rp23 juta. Hanya saja, tabungan yang ia harapkan untuk merayakan Idul Fitri 2025 itu lenyap. Sebab Isnan telah kabur dari rumahnya.
"Saya sudah dua kali ke rumahnya Pak Isnan, alasannya uangnya dibawa kabur atasannya namanya Nanang. Katanya Nanang kabur ke Banyuwangi," ucap Furi, Senin (10/3/2025).
Kondisi lebih memprihatinkan dialami Siti Mar'atus Sholikhah (27). Tabungannya mencapai Rp122 juta di Koperasi TPSP Gading kini tak jelas rimbanya.
Padahal, uang tersebut tidak hanya miliknya pribadi, tapi juga tabungan lebaran tetangganya.
"Totalnya Rp122 juta, 4 tabungan atas nama ibu, anak saya, teman dan bude saya. Saya sudah jual motor, cari pinjaman ke orang-orang untuk mengembalikan tabungan anggota saya," papar dia.
Dirinya mengaku sudah 7 tahun menabung di Koperasi TPSP Gading. Setiap Rabu ia menyetorkan tabungan lebaran anggotanya Rp2-3 juta. Namun, baru kali ini terjadi masalah.
Tepatnya sejak November 2024, ia tak bisa menarik tabungan dari koperasi ini.
"Sejak November 2024 saya minta (ke Isnan) sudah tidak bisa. Alasannya BRI-nya ada kendala, masih coblosan (Pilkada 2024), lalu ada kendala lagi, seterusnya janji tidak pernah ditepati," beber Siti.
Oleh sebab itu, bersama puluhan nasabah lainnya, Siti berunjuk rasa di Balai Desa Gading. Ia berharap pengurus Koperasi TPSP segera mengembalikan tabungan lebaran miliknya dan anggotanya. Namun, mereka harus menelan pil pahit.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
"Kami kecewa belum dapat uang, apalagi mau lebaran semua butuh uang. Kami hanya disuruh berdoa agar mereka dapat uang," ungkap dia.
Sementara Kuasa Hukum Lilik dan Samuji, Arif Sugeng Winarko menuturkan, kliennya sebatas pegawai bagian administrasi di Koperasi TPSP Gading. Menurutnya, uang para nasabah berada di tangan Isnan yang telah kabur.
"Keterangan klien kami, bermuaranya (uang nasabah) diduga ke Pak Isnan. Kami memutuskan akan berproses secara hukum," pungkas Arif.
Editor : Narendra Bakrie
