Berkunjung ke Rumah Nenek, Pria Jember Bunuh Diri Dalam Kamar

Berkunjung ke Rumah Nenek, Pria Jember Bunuh Diri Dalam Kamar © mili.id

Petugas mengevakuasi jenazah korban setelah mengolah tempat kejadian perkara. (Atta Hatta/Mili.id)

Jember, mili.id - Moh. Lutfi (29), pria asal Dusun Loncatan, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jember, ditemukan tewas tergeletak di lantai dengan kondisi bersimbah darah di dalam kamar belakang rumah kontrakan Sutama (65), nenek korban di Dusun Krajan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Jember.

"Dia itu sedang mengunjungi neneknya yang memang tinggal di rumah kontrakan," kata tetangga nenek korban Usman Hadi (50) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Minggu (20/4/2025) siang.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Kata Usman, korban datang sendirian ke rumah neneknya itu sekitar pukul 08.00 WIB, kemudian masuk ke kamar belakang, dan korban sempat ditawari untuk sarapan, namun korban menjawab dari dalam kamar jika nanti saja.

"Dia datang sendirian ke sini. Kalau kata neneknya tadi, kemudian cucunya masuk ke kamar belakang. Cucunya sempat ditawari sarapan oleh neneknya itu, tapi hanya dijawab nanti saja dari dalam kamar. Karena dikira cucunya ingin istirahat dahulu, kemudian neneknya pergi ke rumah tetangga," jelasnya.

Sepulang dari rumah tetangga sekitar pukul 10.00 WIB, nenek korban bermaksud kembali menawarkan pada korban untuk makan yang memang sudah disiapkan sebelumnya.

"Ketika membuka pintuk kamar ternyata kondisi lampunya padam, dan ketika dipanggil tidak ada respons dari korban. Selanjutnya nenek korban menyalakan lampu, dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat cucunya tergeletak di lantai dengan banyak darah," ujar Usman.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

Melihat hal itu, spontan nenek korban berteriak histeris dan meminta tolong warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan korban bergegas menuju lokasi dan setelah tahu yang terjadi, mereka melaporkan ke perangkat desa yang dilanjuutkan ke mapolsek setempat.

"Kalau kata orang-orang, dia (korban) ada masalah atau depresi," ucap Usman.

Anggota Polsek Jenggawah yang datang ke lokasi bersama dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Jember, segera mengolah tempat kejadian perkara.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

"kami sudah mengilah tempat kejadian perkara," kata Kapolsek Jenggawah AKP Eko Basuki Teguh Argowibowo saat sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Dari olah TKP yang dilakukan polisi, didapati barang bukti pisau dapur yang berada di dekat bahu tangan korban. Diduga kuat pisau dapur itu, digunakan korban untuk bunuh diri.

*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Aris S



Berita Terkait