Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas © mili.id

Mili.id – Gejolak di Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, kian memanas. Setelah sebelumnya mencuat dugaan pungutan liar (pungli) di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kalijudan hingga isu penyalahgunaan aset, kini gelombang penolakan warga mengarah langsung kepada jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kalijudan.

Aksi protes ditunjukkan dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Aliansi Kalijudan Bersih" di depan Kantor Kelurahan Kalijudan, Jumat (24/7) malam.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

Pembentangan spanduk dilakukan bertepatan dengan audiensi antara perwakilan warga dan unsur pemerintah yang dihadiri Lurah Kalijudan, Camat Mulyorejo, Kapolsek Mulyorejo, Danramil, serta instansi terkait.

Dalam forum tersebut, warga melontarkan sederet tuntutan yang dinilai tidak bisa lagi ditunda. Mereka meminta aparat mengusut tuntas dugaan pungli dan praktik premanisme, memproses hukum dugaan penyalahgunaan jabatan, memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti terlibat, menelusuri dugaan penyalahgunaan aset, melakukan reformasi kepengurusan LPMK, hingga memprioritaskan warga lokal dalam pengelolaan dan aktivitas di SWK Kalijudan.

Koordinator Lapangan Aliansi Kalijudan Bersih, Gunawan, menegaskan perjuangan warga tidak akan berhenti hanya pada forum audiensi. Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membela kepentingan warga kecil.

"Ini sudah menyangkut perut rakyat. Saya sangat kecewa ketika rakyat kecil disakiti. Saya akan terus melawan, meski harus sendirian," tegas Gunawan.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada pengembalian uang apabila memang ditemukan pelanggaran.

"Kita negara hukum. Kalau memang ada dugaan kejahatan yang dilakukan secara terstruktur, jangan cukup mengembalikan uang. Harus diproses hukum agar ada efek jera," ujarnya.

Baca juga: 169 Ribu KK Surabaya Terancam Diblokir Akses Cek-in Warga

Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Mulyorejo Arif Rusman, S.T., mengapresiasi kekompakan masyarakat Kalijudan yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap tata kelola lingkungan dan pemerintahan.

"Aspirasi warga luar biasa. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat untuk mengangkat nama baik Kalijudan dan menciptakan lingkungan yang bersih dari segala bentuk persoalan," katanya.

Arif bahkan secara terbuka menyarankan agar pengurus LPMK memilih mengundurkan diri secara sukarela demi mempercepat proses pembentukan kepengurusan baru.

"Kalau mengikuti mekanisme pemberhentian, prosesnya bisa cukup panjang. Jalan tercepat adalah mengundurkan diri, sehingga pemerintahan kelurahan bisa segera membentuk kepengurusan LPMK yang baru," ujarnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir

Pernyataan tersebut langsung direspons Ketua LPMK Kalijudan, Mudji Basuki, S.Pd., Di hadapan forum, ia menyatakan siap meletakkan jabatannya.

"Saya legowo. Apalagi yang meminta saya mundur adalah masyarakat," ucap Mudji.

Meski demikian, warga menegaskan pengunduran diri pengurus LPMK bukan akhir dari persoalan. Mereka meminta seluruh dugaan pungli, penyalahgunaan aset, maupun dugaan penyalahgunaan kewenangan tetap diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aliansi Kalijudan Bersih juga menyatakan akan terus mengawal proses tersebut hingga ada kepastian hukum dan pembenahan tata kelola di wilayah Kalijudan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait