Dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya Kupas Tuntas Penggunaan Sunscreen

Dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya Kupas Tuntas Penggunaan Sunscreen © mili.id

Dosen FK Untag Surabaya dr. Dewi Kusumawati (Foto: Dok. Untag Surabaya)

Surabaya, mili.id - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menghadirkan edukasi kesehatan bagi masyarakat luas.

Edukasi dilaksanakan melalui siaran langsung Instagram bersama dr. Dewi Kusumawati. Sesi ini mengusung tema "Bukan Sekedar Skincare: A to Z Tentang Penggunaan Sunscreen".

Baca juga: Mustika Ratu Cetak Dua Rekor MURI di Jakarta Fair 2026, Parade 'Glow On, Go On' Curi Perhatian

Dalam pemaparannya, dr. Dewi menjelaskan pentingnya sunscreen, yang bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk kesehatan kulit.

"Sunscreen mencegah kanker kulit, mengurangi risiko penuaan dini atau anti-aging, serta mencegah munculnya flek hitam. Bahkan meski kita berada di dalam ruangan, sinar UVA tetap bisa menembus jendela dan mengenai kulit. Jadi, tetap penting menggunakan sunscreen meski tidak beraktivitas di luar," jelas dr Dewi dikutip Sabtu (19/7/2025).

Sebagai Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sekaligus dosen FK Untag Surabaya, dr. Dewi juga memberikan panduan praktis penggunaan sunscreen yang tepat.

"Untuk wajah dan leher gunakan setengah sendok teh. Sedangkan untuk wajah saja cukup seperempat sendok teh. Cara paling mudah mengukurnya adalah dengan panjang dua jari. Gunakan merata dan reapply setiap dua jam jika terpapar sinar matahari langsung," tuturnya.

Dia juga menekankan bahwa sunscreen aman digunakan oleh ibu hamil (bumil) dan menyusui, selama memilih produk yang tepat.

"Bumil dan busui (ibu menyusui) aman menggunakan sunscreen. Tidak perlu khawatir. Namun perlu diingat bahwa gunakan produk yang sudah terdaftar di BPOM dengan begitu ibu hamil dan ibu menyusui tetap bisa menjaga kesehatan kulit mereka tanpa mengorbankan keamanan diri maupun bayinya," papar dia.

Dokter yang saat ini berpraktik di RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra Sidoarjo tersebut juga menekankan bahwa urutan dan jeda waktu penggunaan sunscreen menjadi bagian dari kunci efektivitas perlindungan terhadap sinar UV.

"Sunscreen digunakan setelah skincare dan sebelum makeup. Setelah diaplikasikan, tunggu setidaknya lima menit agar sunscreen benar-benar menyerap ke dalam kulit sebelum kalian terpapar sinar matahari langsung. Ini penting agar perlindungannya bisa bekerja secara optimal," terangnya.

Baca juga: Linimasa yang Sama, Risiko yang Tidak Setara: Teknologi Media dan Bayang KBGO di Indonesia

Terkait jenis sunscreen, dr. Dewi menjelaskan bahwa ada dua jenis utama, yaitu physical dan chemical sunscreen.

"Physical sunscreen bekerja dengan membentuk lapisan di atas kulit yang memantulkan sinar UV, biasanya mengandung bahan seperti zinc oxide atau titanium dioxide yang cocok untuk kulit sensitif. Sedangkan chemical sunscreen menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas, lalu melepaskannya dari kulit. Ini cenderung lebih ringan di kulit," ulas dia.

Dokter Dewi sendiri telah menamatkan Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi di Universitas Airlangga (Unair).

Dia juga aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Salah satu pertanyaan dalam sesi tersebut adalah tentang efektivitas sunscreen spray.

Baca juga: Surabaya Kini Punya Kampung Inggris, Terinspirasi dari Pare Kediri

"Sunscreen spray lebih baik digunakan hanya untuk reapply. Efektivitasnya tidak sebaik sunscreen lotion atau gel, jadi jangan jadikan sunscreen spray sebagai perlindungan utama," jawab dr Dewi.

Penonton juga antusias bertanya tentang sunscreen apa yang cocok untuk tipe kulit sensitif. Menurut dr. Dewi, bagi Anda yang mudah berjerawat, disarankan memilih sunscreen berbasis gel atau aqua-based, yang ringan dan tidak mengandung bahan komedogenik.

"Jika jarang terpapar sinar matahari, SPF rendah pun cukup," tambahnya.

FK Untag Surabaya terus menghadirkan edukasi berbasis keilmuan dan praktik yang relevan bagi masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan visinya, yaitu untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam promosi kesehatan masyarakat.

Saat ini, Untag Surabaya memasuki masa penerimaan mahasiswa baru gelombang III. Info penerimaan mahasiswa baru tersedia di Instagram @kitauntagsby atau hubungi 0811-3000-1716.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait