FPPI Kota Surabaya membuka posko pengaduan (Bejo/mili.id)
Surabaya, mili.id - DPC Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) Surabaya membuka posko pengaduan orang hilang dan korban kekerasan.
Posko ini dibuka, menyusul kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Surabaya dalam 3 hari akhirnya Agustus 2025.
Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day
Tujuannya untuk mendata dan membantu pencarian individu yang dilaporkan hilang atau jadi korban kekerasan.
"Jika masyarakat mengetahui atau ingin melaporkan seseorang yang diduga menjadi korban penghilangan paksa atau menjadi tindak kekerasan selama rentang waktu Aksi 25 sampai 31 Agustus 2025 maupun setelahnya, silakan melapor ke posko," ujar Ketua DPC FPPI Surabaya, Suharto, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Ramai di Surabaya Jelang HUT ke-81 RI
Suharto membeberkan tujuan dibukanya posko pengaduan tersebut.
"Kami membuka posko ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menelusuri keberadaan anggota keluarga, teman, kerabat, atau individu lain yang hilang atau menjadi korban tindak kekerasan dalam konteks aksi tersebut," paparnya.
Baca juga: Eri Sikat Pungli SWK, Pengelolaan PKL Dikembalikan ke Pemkot
Harapannya, masyarakat bisa tenang apabila dibantu proses hukumnya.
"Harapannya supaya masyarakat ini tenang, apabila nanti kita bantu proses hukumnya, hingga proses di pengadilan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
