Jakarta

Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Pompanisasi Hadapi El Nino

Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Pompanisasi Hadapi El Nino © mili.id

Mili.id — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk program pompanisasi sebagai langkah strategis menghadapi potensi El Nino.

Program ini difokuskan untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah yang rawan mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Baca juga: Indonesia Kirim Bantuan 10.000 Ton Beras ke Palestina

“Itu (anggaran pompanisasi) kurang lebih Rp3-4 triliun,” ujar Amran usai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, pompanisasi akan dilakukan secara masif guna memperkuat sistem irigasi di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian lebih optimal.

Amran menegaskan bantuan pompa akan diberikan secara gratis kepada petani, termasuk tanpa membebani biaya operasional seperti bahan bakar.

“Kita berikan pompa kepada petani secara cuma-cuma,” tegasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga meminta kepala daerah memetakan wilayah rawan kekeringan serta menyiapkan sistem peringatan dini terintegrasi guna mengantisipasi dampak El Nino secara lebih cepat dan tepat.

Baca juga: Bantuan Alsintan di Bondowoso, Asisten Pemkab: Tidak untuk Diperjualbelikan

Berbagai langkah lain turut disiapkan, seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur dangkal dan dalam, hingga pemanfaatan teknologi perpompaan dan perpipaan. Strategi ini diperkuat dengan percepatan masa tanam menggunakan varietas tahan kekeringan serta pola tanam adaptif.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian telah menyalurkan 171.000 unit alat dan mesin pertanian sepanjang 2024–2025. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air serta tambahan 94.000 unit pompa air.

Selain itu, optimalisasi lahan (opla) juga dilakukan dengan memperbaiki sistem irigasi di lahan rawa seluas 800.000 hektare di seluruh Indonesia.

Di sisi ketahanan pangan, Amran mengungkapkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BUMN pangan mencapai 4,6 juta ton per 7 April 2026—tertinggi sepanjang sejarah. Ia optimistis angka tersebut akan menembus 5 juta ton pada akhir April.

“Insya Allah akhir bulan ini bisa mencapai 5 juta ton,” ujarnya.

Amran menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi El Nino sebelumnya, seperti pada periode 2015–2016 serta 2023–2024, sehingga dinilai siap menjaga stabilitas produksi pangan nasional melalui strategi adaptasi yang terukur.

Editor : Redaksi



Berita Terkait