Seorang bocah kelas 3 sekolah dasar asal Desa Growok, Kabupaten Bojonegoro, mendadak menjadi sorotan publik setelah kemampuannya merakit dan memperbaiki perangkat elektronik viral di media sosial.
Mili.id - Seorang bocah kelas 3 sekolah dasar asal Desa Growok, Kabupaten Bojonegoro, mendadak menjadi sorotan publik setelah kemampuannya merakit dan memperbaiki perangkat elektronik viral di media sosial. Bocah bernama Daffa Ardian Pratama ini dikenal memiliki bakat luar biasa di bidang teknologi meski usianya masih sangat muda.
Dilansir dari Detik, Di usia sekitar 9 tahun, Daffa sudah mampu memahami berbagai komponen elektronik dan cara kerja mesin tanpa mengikuti pendidikan formal khusus. Kemampuannya ini diperoleh secara otodidak, sebagian besar melalui eksplorasi mandiri dan belajar dari internet.
Baca juga: Pernyataan Menteri PU Soal Pembenahan Internal dan Generasi Muda Jadi Sorotan
Bakat Daffa bahkan disebut jauh melampaui anak seusianya. Ia tak hanya sekadar membongkar perangkat, tetapi juga mampu merakit kembali hingga memahami prinsip kerja mesin, termasuk membedakan jenis mesin seperti dua tak dan empat tak.
Kepiawaiannya tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian setempat. Polres Bojonegoro bersama organisasi terkait bahkan menyempatkan diri mengunjungi langsung kediaman Daffa sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap potensi yang dimilikinya.
Baca juga: Mahasiswa PENS Kembangkan Inovasi APENS-IOT untuk Dukung Petani Urban di Bangkalan
Dalam kunjungan tersebut, Daffa terlihat tengah mengutak-atik komputer pribadinya dengan penuh fokus. Ia juga mampu menjelaskan fungsi berbagai komponen secara lancar kepada para tamu, menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap teknologi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Daffa menerima bantuan berupa satu unit laptop yang diharapkan dapat menunjang pengembangan bakatnya ke depan. Dukungan ini juga menjadi simbol harapan agar potensi generasi muda di daerah dapat terus dibina dan berkembang.
Baca juga: PENS Kukuhkan 935 Wisudawan, 72 Persen Penerima Beasiswa KIP-Kuliah Lulus Cumlaude
Kisah Daffa menjadi inspirasi bahwa keterbatasan usia bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat belajar mandiri, ia membuktikan bahwa talenta besar bisa muncul dari mana saja—bahkan dari pelosok desa sekalipun.
Editor : Redaksi
