Surabaya, mili.id - Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) memperkenalkan inovasi Aquaculture, APENS-IOT yaitu sistem akuaponik otomatis berbasis Internet of Things (IoT) kepada komunitas Inisiatif Bangkalan dan penggiat hidroponik Bangkalan pada Agustus lalu.
Inovasi hasil karya Dafit Ody Endriantono dan M. Krisnanda Vilovan juga dapat memantau kondisi tanaman dan mengatur pakan ikan secara otomatis melalui aplikasi Android itu. Alatbinvasi ini diuji caobakan di Komunitas Inisiatif Bangkalan yang aktif menggerakkan pertanian dan kebun organik. Mereka pun menyambut baik teknologi tersebut karena mendukung konsep pertanian urban.
Baca juga: PENS Kukuhkan 935 Wisudawan, 72 Persen Penerima Beasiswa KIP-Kuliah Lulus Cumlaude
Dafit Ody memaparkan meski inovasi APENS-IOT terlebih dahulu diimplementasikan di kebun SerPis di daerah Jemursari Surabaya, namun kondisi lingkungan di Bangkalan berbeda, sehingga dibutuhkan adanya pengkondisian alat tersebut.
“Seperti perbaikan pada sistem prototype, yang dibuat lebih stabil dan tahan lama. Karena adanyagangguan setelah digunakan beberapa kali. Pemutakhiran pemantauan melalui aplikasi, menjadi sepenuhnya Internet of Things (IoT) sehingga memudahkan akses pengguna,” jelas Dafit.
Selain itu Dafit juga menyiapkan sebuah manual book bagi petani akuaponik pemula, yang memuat panduan bertani akuaponik dengan cara yang sederhana, lengkap dengan rekomendasi bibit tanaman dan ikan, beserta takaran pakannya.
“Ada tantangan baru, agar motivasi petani pemula ini tetap terjaga dengan baik untuk keberlanjutan pertanian itu sendiri. Mengingat biasanya petani pemula tinggi tingkat kerawanan gagal,” imbuh Ody.
Menurutnya, ke depan jika implementasi APENS-IOT ini makin digalakkan, inovasi buatannya diharapkan dapat mendukung hasil pertanian yang melimpah serta membawa dampak luas bagi masyarakat.
Baca juga: Exzam.id: Inovasi Dosen PENS untuk Awasi dan Cegah Kecurangan Ujian Online
“Saya sangat senang mendapat kesempatan bisa mempresentasikan inovasi saya kala itu. Dan sungguh di luar dugaan saya kegiatan ini benar-benar membawa manfaat. Saya bertemu banyak guru dan pelaku pertanian dan peternakan urban di sana,” kenang mahasiswa semester 7 ini.
Meski telah berselang 2 bulan, namun Ody menyampaikan jika komunikasinya dengan pihak komunitas Inisiatif Bangkalan masih terjalin dengan baik.
“Kemarin kami baru saling kontak. Dan sudah terinfokan juga beberapa hal yang menjadi perhatian sekaligus perbaikan APENS-IOT. Alhamdulillah, sejauh ini belum ada tanggapan lagi. Semoga ke depan ada kesempatan untuk berkunjung ke sana lagi,” harapnya.
Pengurus Inisiatif Bangkalan, Ardhan Izzanul mengatakan jika komunitasnya cukup aktif mengerakkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.
Baca juga: Mata Elang Sistem Keamanan Jaringan Karya PENS ini akan Tersertifikasi Internasional
“Selain ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, saat ini kami juga melakukan edukasi pengelolaan sampah dan pengembangan kebun organik,” kata Ardhan.
Ardhan pun bersemangat saat mengetahui Ody mengembangkan inovasi terkait pemantauan kondisi tanaman sekaligus pengelolaan pakan ikan. Apalagi, semuanya dioperasikan secara otomatis, dan terintegrasi Android pada Sistem Akuaponik.
“Pertanian urban atau urban farming akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat menarik bagi masyarakat di perkotaan. Di Bangkalan kami juga mulai mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadi petani urban, yang dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan, seperti sayuran, buah dan bahkan protein hewani melalui peternakan,” terangnya.
Editor : Fahrizal Tito
