Exzam.id: Inovasi Dosen PENS untuk Awasi dan Cegah Kecurangan Ujian Online

Exzam.id: Inovasi Dosen PENS untuk Awasi dan Cegah Kecurangan Ujian Online © mili.id

Prototipe Exzam.id saat diujicobakan pada 30 orang siswa kelas XII program manajemen pemasaran di SMKN 4 Surabaya

Surabaya, mili.id - Dua orang dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Akhmad Alimudin dan Widi Sarinastiti mengembangkan prototipe pendeteksi kecurangan pada ujian online yaang diberinama Exzam.id.

Dalam pengembangan prototipe itu dua dosen tersebut dibantu 3 mahasiswanya yang berasal dari Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia dan Prodi D3 Multimedia Broadcasting.

Baca juga: MPLS 2026 Resmi Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Lagi Tradisi Perpeloncoan

Prototipe itu diujicobakan pada 30 orang siswa kelas XII program manajemen pemasaran di SMKN 4 Surabaya. Dengan materi ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang rencananya akan diimplementasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di tahun ini.

Aplikasi yang telah dikembangkannya oleh Dosen PENS bersama timya itu sejak tahun 2024, dan diujicobakan kepada puluhan siswa dengan durasi waktu selama 1-1,5 jam, Selasa (30/9/2025).

Alimudin salah satu dosen Pens pembuat Exzam.id menjelaskan aplikasi ini mampu mendeteksi perbuatan kecurangan yang dilakukan oleh peserta selama ujian. Melalui webcam yang terinstal pada masing-masing komputer yang digunakan saat tes online.

“Pergerakan peserta ujian juga dapat dimonitor pada saat peserta membuka peramban lain. Jadi misalnya ketika peserta ujian berusaha mencari jawaban melalui browser di luar halaman ujian akan terdeteksi dan terekam,” ungkap Alimudin, Rabu (1/10/2025).

Pilihan soal pun bisa dibuat beragam, tergantung hasil ujian yang diinginkan. Aplikasi ini juga dapat digunakan sarana berlatih para siswa guna meningkatkan kapasitas. Dari rentang pendidikan dasar hingga SMA, SMK dan bahkan mekanisme seleksi tertentu seperti Psikotes, TOEFL maupun tes lainnya yang ber platform assessment.

Baca juga: 137 Ribu Guru Non-ASN Dapat Tunjangan Baru

“Kami telah memberikan akses kepada 382 siswa kelas XII SMKN 4 Surabaya agar dapat mencoba ujian online. Akses ini kami buka selama beberapa bulan ke depan, agar bisa dipakai untuk belajar sekaligus mengukur dan meningkatkan kemampuan diri. Karena aplikasi ini bisa dicoba dimanapun dan kapanpun, jadi harapannya ke depan siswa bisa lebih siap menghadapi ujian,” terang pengajar prodi Multimedia Broadcasting ini.

Alimudin menambahkan aplikasi ciptaanya ini masih akan terus dikembangkan dengan menggandeng industri digital, termasuk akan menambah fitur level soal ujian, serta kapasitas opsi bank soal berbasis mata ujian sehingga aplikasi ini makin siap digunakan oleh publik luas.

“Sampai saat ini, riset telah berjalan selama 1,5 tahun dan mendapat pendanaan dari Dikti melalui program Matching Fund (MF) dan di tahun 2025 ini dilanjutkan pendanaannya dari Kemendiktisaintek, Program Hilirisasi Riset – Pengujian Model dan Prototipe. Alhamdulillah, progress hingga saat ini kami menuju ke TKT 7 (Tingkat Kesiapan Teknologi),” ungkap Alimudin.

Salah satu siswa SMK Negeri 4 Surabaya sekaligus peserta ujian, Farrel mengatakan soal-soal yang diajukan dalam mekanisme uji coba ujian online cukup menantang, karena dirinya dituntut bisa mengerjakan secara tepat waktu keseluruhan soalnya.

Baca juga: Penuh Semangat, Murid SLB di Berbagai Daerah Antusias Ikuti TKA 2026

”Kami juga bisa belajar lebih lanjut dari fitur pembahasan yang ada diaplikasi ini. Intinya sangat seru karena bisa check skor ujian, sehingga ujian jadi lebih menyenangkan,”kesannya.

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 30 buah webcam dihibahkan untuk SMKN 4 Surabaya guna mendukung proses pembelajaran di ruang laboratorium komputer.

 

Editor : Fahrizal Tito



Berita Terkait