Longsor Susulan Tutup 70 Persen Jalan Baru Clongop, Akses Gedangsari–Klaten Diberlakukan Buka Tutup

Longsor Susulan Tutup 70 Persen Jalan Baru Clongop, Akses Gedangsari–Klaten Diberlakukan Buka Tutup © mili.id

Ruas Jalan Wonosari–Wedi–Klaten atau Jalan Baru Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tertutup material longsor hingga sekitar 70 persen pada Jumat (17/4/2026) pagi. Dampaknya, arus lalu l

Mili.id — Ruas Jalan Wonosari–Wedi–Klaten atau Jalan Baru Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tertutup material longsor hingga sekitar 70 persen pada Jumat (17/4/2026) pagi. Dampaknya, arus lalu lintas di jalur penghubung Gedangsari–Klaten diberlakukan sistem buka tutup oleh petugas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menyatakan longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (16/4/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Bedah Buku di UINSA Surabaya Jadi Ruang Dialog LDII, NU, dan Muhammadiyah Soal Pendidikan Modern

“Hujan semalaman memicu longsoran material tanah dan batu di badan jalan, menutup sekitar 70 persen akses,” ujar Edy, Jumat.

Ia menjelaskan, longsor kali ini merupakan kejadian susulan akibat kondisi lereng yang belum stabil. Pergerakan tanah di bagian bawah lereng menyebabkan lapisan tanah di atasnya runtuh ke badan jalan.

Petugas gabungan dari BPBD bersama instansi terkait langsung melakukan pembersihan material. Proses evakuasi dilakukan dengan memecah batu berukuran besar sebelum disingkirkan dari badan jalan.

Baca juga: Komisi VII DPR Dorong Dukungan Nyata Pemerintah untuk Industri Kreatif Studio Alam Gamplong, DIY

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menambahkan bahwa jalan masih dapat dilalui secara terbatas. Namun, untuk sementara diberlakukan sistem buka tutup guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Untuk sementara buka tutup. Saat hujan deras sempat ditutup total demi keselamatan. Pengguna jalan kami minta berhati-hati dan mengikuti arahan petugas,” kata Purwono.

Berdasarkan data BPBD, Tanjakan Clongop merupakan kawasan rawan longsor dengan kejadian berulang dalam beberapa bulan terakhir. Longsor besar tercatat pada 3 Maret 2026, kemudian disusul pada 7 Maret, 26 Maret, dan 2 April 2026.

Baca juga: Jalan Pahlawan Dipadati Jemaah Salat Id Muhammadiyah Pagi Ini

Ruas jalan tersebut merupakan jalur baru yang mulai dibuka pada akhir 2024 sebagai pengganti jalan lama yang sempit dan memiliki medan ekstrem. Namun, sejak beroperasi, jalur ini beberapa kali terdampak longsor, termasuk kejadian besar pada Maret 2025.

Hingga saat ini, penanganan masih difokuskan pada pembersihan material dan pengaturan lalu lintas. Belum ada keterangan resmi terkait langkah teknis jangka panjang untuk mitigasi risiko di kawasan tersebut.

Editor : Redaksi



Berita Terkait